PINRANG
Pemkab Pinrang mulai memakai drone penyemprot untuk menekan hama wereng di sawah warga. Teknologi ini dipantau langsung Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi saat peninjauan lapangan pada Kamis (27/8/2026).
RRI dan unggahan resmi Pemkab Pinrang sama-sama menempatkan efisiensi penanganan hama sebagai alasan utama pemakaian drone. Liputan ini terkait wilayah Pinrang, rubrik Ekonomi, dan arsip drone pertanian Kementan di Unhas.
“Teknologi ini kita harapkan bisa memberikan efisiensi bagi petani,” kata Sudirman Bungi, Wakil Bupati Pinrang, saat meninjau penyemprotan drone RRI pada 28 Agustus 2026.
Waktu semprot dipangkas
RRI menulis drone dipakai untuk memperluas cakupan semprot dan mempercepat respons terhadap serangan wereng. Sumber itu juga menempatkan penghematan tenaga kerja sebagai salah satu dampak langsung yang diharapkan di lapangan.
Unggahan resmi Pemkab Pinrang menguatkan bahwa penggunaan drone diposisikan sebagai bagian dari modernisasi pertanian. Karena itu, artikel ini dibatasi pada fungsi pengendalian hama, efisiensi kerja, dan kaitannya dengan biaya produksi.
Kesejahteraan petani jadi alasan lanjutan
Menurut RRI, Sudirman menilai pengendalian hama yang lebih cepat penting untuk menekan risiko gagal panen. Ia juga mengaitkan modernisasi pertanian dengan upaya mempermudah pekerjaan petani dan menjaga hasil produksi.
Sudut berita ini berbeda dari shalat istisqa Pinrang dan normalisasi Sikkuala karena fokusnya bukan pasokan air, melainkan teknologi pengendalian hama.
“Modernisasi pertanian harus kita dorong,” ujar Sudirman Bungi, Wakil Bupati Pinrang, saat menjelaskan arah kebijakan pertanian RRI pada 28 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga normalisasi Sikkuala di Pinrang, drone pertanian Kementan di Unhas, dan arsip wilayah Pinrang.



