MAKASSAR
Pemprov Sulsel menyiapkan bantuan pompa air dan sumur bor untuk lahan pertanian yang terdampak kemarau. Langkah itu berjalan saat lima daerah di provinsi ini sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.
Artikel resmi Pemprov Sulsel dan laporan [RRI Makassar](https://rri.co.id/makassar/regional/2637191/hadapi-musim-kemarau-gubernur-sulsel-percepat-pompanisasi) sama-sama menempatkan Makassar sebagai pusat pengumuman. Berita ini terkait wilayah Makassar dan rubrik Ekonomi.
“Kemarin tim sudah melakukan pembagian mesin pompa,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat menjelaskan langkah awal pompanisasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 9 Agustus 2026.
Lima daerah masuk status darurat
RRI menulis lima daerah yang sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan ialah Makassar, Parepare, Pinrang, Enrekang, dan Kepulauan Selayar. Pemprov Sulsel meminta kabupaten dan kota segera melaporkan lokasi sawah terdampak agar survei lapangan dan tindak lanjut bisa dipercepat.
Pemprov Sulsel menyebut penanganan awal diarahkan ke lahan yang mulai kesulitan air pada puncak kemarau Agustus. Laporan dari daerah dipakai sebagai dasar agar bantuan tidak menunggu kerusakan sawah meluas.
Sumber yang diperiksa belum merinci jumlah unit pompa untuk tiap daerah. Mammiri karena itu membatasi berita pada langkah pompanisasi, kesiapan sumur bor, dan daftar daerah darurat yang disebut terbuka.
“Bagi wilayah terdampak agar segera melaporkan ke kabupaten,” ujarnya Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat meminta laporan kondisi lahan RRI Makassar pada 9 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga hotline kekeringan BWS Sulbar dan shalat istisqa di Pinrang untuk melihat respons lain terhadap musim kemarau di Sulsel dan Sulbar.



