MAKASSAR
Kementerian Pertanian menggandeng Universitas Hasanuddin untuk memproduksi drone pertanian senilai lebih dari Rp11 miliar. Kerja sama itu dipakai untuk penyediaan sekitar 50 unit drone penyemprot dan penabur benih yang mulai diarahkan ke 46 kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia.
ANTARA Makassar dan Unhas TV sama-sama menempatkan Makassar sebagai titik pengenalan teknologi ini. Pembaca bisa menghubungkan kabar ini dengan wilayah Makassar, rubrik Ekonomi, dan liputan ekspor kemiri Luwu ke Jeddah yang juga menyorot sektor pertanian Sulsel.
“sudah dipakai di seluruh Indonesia,” kata Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, saat menjelaskan jangkauan awal pemakaian drone Unhas TV pada 25 Juli 2026.
50 unit disiapkan
ANTARA mencatat distribusi awal mencakup 50 unit drone untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Unhas TV menambahkan setiap unit bernilai sekitar Rp225 juta dan dipakai untuk penyemprotan presisi serta penaburan benih otomatis.
Dua sumber yang diperiksa menulis teknologi navigasi dan pengaturan dosis menjadi keunggulan utama alat tersebut. Sudut itu penting karena distribusi awal tidak hanya berhenti pada seremoni kampus, tetapi sudah diarahkan ke lahan dengan karakter komoditas yang berbeda.
Hilirisasi riset diuji nasional
Unhas TV menyebut kerja sama dengan PT EnerSky Innovation dipakai untuk memperluas skala produksi. ANTARA menambahkan pengujian efektivitas sudah dilakukan sebelum distribusi agar pemakaian drone tidak berhenti sebagai prototipe laboratorium.
Dua sumber terbuka yang diperiksa belum memuat daftar lengkap 46 daerah penerima maupun jadwal serah terima tiap unit. Karena itu, artikel ini dibatasi pada nilai kerja sama, jumlah unit, fungsi drone, dan arah distribusi yang sudah diumumkan terbuka.
“lebih dari Rp11 miliar,” ujar Asmi Citra Malina, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Unhas, saat menjelaskan nilai kerja sama Unhas TV pada 25 Juli 2026.
Baca juga
Baca juga bantuan bibit dan alsintan Sulsel untuk memantau kebijakan pertanian daerah. Arsip wilayah Makassar juga memuat berita kampus, layanan publik, dan kegiatan ekonomi terbaru di ibu kota Sulsel.



