LUWU
Pemerintah Kabupaten Luwu melaporkan produktivitas panen di Desa Rante Damai sebesar 8,9 ton per hektare. Panen lahan reguler dan Optimalisasi Lahan (Oplah) itu berlangsung Kamis, 17 September 2026, di Kecamatan Walenrang Timur.
Angka tersebut berasal dari laporan teknis Dinas Pertanian Luwu dan berbeda dari hasil ubinan 11,2 ton per hektare. Capaian di lokasi panen ini tidak dinyatakan sebagai rata-rata seluruh sawah Kabupaten Luwu.
Petani menanam varietas Ciherang
Kelompok Tani Taman Harapan mengelola lahan panen tersebut dengan padi varietas Ciherang. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Luwu Moch Arsal Arsyad menyebut program Oplah diterima sejak 2025.
Cakupan program yang dilaporkan meliputi 1.708 hektare rawa dan 861 hektare nonrawa. Luasan program itu berbeda dari luas petak yang dipanen pada kegiatan di Rante Damai.
Patahudding meminta pemetaan kekeringan
Bupati Luwu Patahudding meminta kepala desa dan penyuluh memetakan lokasi yang mengalami kekeringan. Ketersediaan air menjadi perhatian untuk meningkatkan frekuensi penanaman.
Pemerintah menargetkan penanaman berikutnya dimulai November. Jadwal tersebut masih berupa target, sementara hasil panen berikutnya belum tersedia.
“Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air.,” kata Patahudding, Bupati Luwu, dalam keterangan yang diterbitkan Media Center Diskominfo Luwu pada 17 September 2026.
Baca juga
Ikuti perkembangan wilayah Luwu dan rubrik Ekonomi. Baca pula progres rehabilitasi irigasi Sulsel yang membahas dukungan pengairan pertanian.



