LUWU
Sebanyak 10,2 ton kemiri asal Luwu dilepas ke Jeddah, Arab Saudi, melalui Pelindo TPK 1 Makassar pada Jumat, 24 Juli 2026. Nilai pengiriman ini tercatat US$33.660 dan memakai skema ekspor langsung dari Sulawesi Selatan.
Pelepasan dilakukan setelah pendampingan pelaku usaha oleh Pemprov Sulsel, Bank Indonesia Sulsel, dan Karantina Sulawesi Selatan. Artikel ini terhubung dengan wilayah Luwu, rubrik Ekonomi, dan arsip komitmen perlindungan pekerja di Luwu.
“UMKM merupakan tulang punggung perekonomian.,” kata Fatmawati Rusdi, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dalam pelepasan ekspor ANTARA Makassar pada 25 Juli 2026.
Bagian dari kontrak 80 ton
ANTARA dan Karantina Sulawesi Selatan sama-sama mencatat pengiriman ini merupakan bagian dari kontrak 80 ton selama dua tahun. Kontrak itu disebut berasal dari pertemuan dagang Australia, Indonesia, dan Timur Tengah yang digelar pada 2025.
Karantina Sulsel menyebut komoditas yang dikirim adalah whole candlenut milik PT Onstar Indo Kreatif. Laporan resmi itu juga menempatkan lokasi pelepasan di terminal peti kemas Makassar.
Distribusi jadi fokus pendampingan
Pemprov Sulsel menyebut biaya distribusi masih menjadi kendala utama bagi usaha kecil yang ingin masuk pasar ekspor. Pendampingan diarahkan pada efisiensi logistik, penguatan jejaring, dan kesiapan dokumen agar pengiriman bisa berulang.
Bank Indonesia Sulsel menambahkan ekspor tidak selesai pada satu kali transaksi. Dua sumber yang diperiksa belum memuat jadwal pengiriman tahap berikutnya dalam kontrak dua tahun tersebut.
“Ekspor bukan proses yang instan.,” ujar Rizki Ernanda Fauziah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan, dalam keterangan yang dimuat ANTARA Makassar pada 25 Juli 2026.



