Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan Program Listrik Desa atau Lisdes untuk melayani sekitar 32 ribu kepala keluarga yang belum menikmati listrik optimal. Sasaran utamanya berada di wilayah kepulauan, pegunungan, dan desa terpencil pada 24 kabupaten dan kota.

RRI Makassar mula-mula menayangkan usulan ini pada 28 Juli 2026, lalu menurunkan pembaruan lain pada Rabu malam, 29 Juli 2026. Kabar ini terhubung dengan rubrik Ekonomi, wilayah Makassar, dan arsip FAST ASN Sulsel jadi model merit nasional.

Kami telah mengusulkan sekitar 32 ribu kepala keluarga,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat menjelaskan usulan Lisdes RRI Makassar pada 28 Juli 2026.

Usulan menyasar wilayah sulit terjangkau

Dua laporan RRI Makassar yang diperiksa sama-sama menyebut program ini diusulkan meski rasio elektrifikasi Sulsel telah mencapai 99,94 persen. Angka itu menunjukkan masih ada kantong layanan yang belum tertangani merata.

Liputan terbaru RRI Makassar menambahkan sasaran berada di kawasan terpencil, pegunungan, dan kepulauan. Penegasan itu memperjelas bahwa usulan Lisdes diarahkan ke wilayah dengan hambatan layanan dasar, bukan ke kawasan yang sudah penuh jaringan.

Pemprov menyebut data pendukung siap

RRI menulis Pemprov Sulsel telah menyiapkan data pendukung lebih awal sebelum usulan dibawa ke Kementerian ESDM. Karena itu, pemerintah provinsi menilai peluang prioritas program menjadi lebih kuat.

Berita ini berbeda dari energi Selayar diminta lengkapi dokumen teknis karena fokusnya bukan satu proyek pembangkit. Artikel Lisdes menyorot pemerataan sambungan listrik rumah tangga di banyak kabupaten dan kota.

Baca juga

Baca juga jalan Moncongloe di Maros mulai dikerjakan untuk proyek layanan dasar lain di Sulsel. Arsip rubrik Ekonomi memuat pembaruan infrastruktur, tenaga kerja, dan distribusi layanan publik di daerah.