MAKASSAR
Universitas Hasanuddin dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki kerja sama riset energi terbarukan di Makassar. Pembicaraan juga mencakup gagasan membuka kantor perwakilan kementerian di kampus.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Eniya Listiani Dewi menyampaikan gagasan tersebut pada sarasehan Unhas, 10 September 2026. Pembentukan kantor masih dipertimbangkan; lokasi rinci, jadwal pembukaan, serta keputusan pendiriannya belum diumumkan.
Pernyataan dalam rilis Unhas itu kembali dimuat ANTARA pada Rabu, 16 September 2026. Laporan terbaru tersebut tidak mengumumkan bahwa kantor sudah dibentuk.
Riset mencakup baterai dan daur ulang
Eniya menyebut peluang penelitian yang menghubungkan teknologi energi dengan persoalan sosial dan ekonomi. Mineral penting, baterai, serta daur ulang material termasuk bidang yang dibicarakan.
Ia juga membuka kemungkinan gedung kampus memanfaatkan energi terbarukan bersama penerapan konsep bangunan hijau.
Kampus bahas kendaraan dinas listrik
Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menyatakan kampus telah menerbitkan peraturan mengenai target tanpa emisi. Ia menyebut pembelian kendaraan dinas baru mulai tahun ini diarahkan menggunakan kendaraan listrik.
Pernyataan itu membahas pengadaan baru, bukan menyebut seluruh kendaraan dinas lama sudah diganti. Jamaluddin juga mengajak bidang pertanian, peternakan, kelautan, serta ekonomi terlibat dalam pengembangan energi.
Sarasehan berlangsung di Ruang Arsjad Rasjid Theater Lecture, Unhas, Makassar. Kerja sama yang dibahas mencakup penelitian dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia.
“Salah satu implementasinya adalah kebijakan penggunaan kendaraan listrik untuk kendaraan dinas,” kata Jamaluddin Jompa, Rektor Universitas Hasanuddin, sebagaimana dikutip Universitas Hasanuddin pada 10 September 2026.
Baca juga
Baca penghargaan Suguru Yamaguchi untuk Prof Niswar Unhas serta perkembangan energi di rubrik Ekonomi.



