MAKASSAR
Kejaksaan Agung melalui Jamdatun menggelar Academic Engagement pembentukan Adhyaksa Chambers di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada Rabu, 5 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan unsur kejaksaan, akademisi, dan perencana pembangunan untuk membahas desain kelembagaan penyelesaian sengketa sektor publik.
Agenda tersebut menambah perkembangan baru pada wilayah Makassar di bidang hukum dan tata kelola negara. Pembaca juga dapat menautkannya dengan arsip rubrik Hukum untuk melihat perkembangan kelembagaan lain di Sulawesi Selatan.
“Adhyaksa Chambers akan menjadi rumah lahirnya pemikiran hukum yang berkualitas,” kata Muhammad Ruslin, Wakil Rektor I Universitas Hasanuddin, dalam Academic Engagement di Unhas Kejati Sulsel pada 5 Agustus 2026.
Forum diarahkan ke desain 2027
Kejati Sulsel dan RRI Makassar sama-sama menulis bahwa Adhyaksa Chambers ditargetkan mulai berfungsi pada 2027. Lembaga ini disiapkan sebagai forum netral untuk penyelesaian sengketa antar-instansi pemerintah, antar-BUMN, dan proyek strategis nasional di luar pengadilan.
Sumber yang diperiksa tidak memuat jadwal peluncuran rinci atau struktur final lembaga tersebut. Redaksi karena itu membatasi artikel pada tujuan forum, pihak yang terlibat, dan target fungsi yang sudah diumumkan terbuka.
Sulsel disebut ruang diskusi penting
Kajati Sulsel Sila H. Pulungan menilai Sulawesi Selatan representatif sebagai ruang diskusi berbagai sengketa sektor publik karena aktivitas pembangunan dan investasi di kawasan timur terus meningkat. Ahelya Abustam juga menempatkan forum ini sebagai bagian dari penguatan fungsi kejaksaan yang lebih preventif dan solutif.
Liputan ini berbeda dari berita Kajati Sulsel pamit dengan pesan disiplin karena fokusnya berada pada rancangan forum penyelesaian sengketa, bukan pergantian jabatan atau disiplin internal.
Baca juga
Baca juga rubrik Hukum, wilayah Makassar, dan berita Kajati Sulsel pamit dengan pesan disiplin.



