MAKASSAR
Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD Sulawesi Selatan melaporkan perluasan program inklusi keuangan yang menyasar pesantren, desa, UMKM, dan petani kakao. Paparan itu disampaikan Sekda Sulsel Jufri Rahman dalam Virtual Assessment TPAKD Award 2026 di Makassar, Selasa, 28 Juli 2026.
Sudut ini terhubung dengan rubrik Ekonomi, wilayah Makassar, dan arsip Lisdes untuk 32 ribu kepala keluarga di Sulsel yang sama-sama menyorot pemerataan layanan dasar.
“Akselerasi digital dan transformasi ekonomi pedesaan juga menjadi program,” ujar Jufri Rahman, Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, saat memaparkan capaian TPAKD Sulsel Pemprov Sulsel pada 28 Juli 2026.
QRIS dan desa inklusif diperluas
Pemprov Sulsel mencatat merchant QRIS di provinsi ini telah menembus 1.319.115 atau tumbuh 41,59 persen secara tahunan. Angka itu dipakai untuk menunjukkan bahwa perluasan akses keuangan tidak lagi berhenti di kota besar.
Paparan yang sama juga menyebut program Ekosistem Keuangan Inklusif berjalan di lima desa. Program itu dipakai untuk memperluas layanan keuangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dari tingkat desa.
Pesantren dan pelajar ikut masuk
TPAKD Sulsel juga melaporkan pengembangan ekonomi syariah melalui program EPIKS dan SAKINAH di lingkungan pendidikan Islam. Dua program itu menghasilkan tujuh Agen Laku Pandai Pesantren, 367 rekening tabungan syariah baru, dan pembiayaan syariah kepada 81 debitur.
Di jalur pelajar, Program Satu Rekening Satu Pelajar atau KEJAR disebut sudah mencatat 2.032.203 rekening simpanan. Nilai akumulasi simpanannya dilaporkan mencapai Rp336,43 miliar.
Baca juga
Baca juga FAST ASN Sulsel dinilai jadi model merit nasional untuk pembenahan birokrasi lain di Makassar. Arsip rubrik Ekonomi memuat pembaruan UMKM, investasi, dan layanan publik di Sulsel.



