MAMUJU
Balai Wilayah Sungai Sulawesi V Mamuju membuka hotline 24 jam untuk menerima laporan kekeringan pertanian dan kebutuhan air baku di Sulawesi Barat. Layanan itu diumumkan saat musim kemarau memicu kekeringan di sejumlah wilayah, termasuk laporan yang sudah ditangani di Tobadak.
RRI Mamuju dan akun resmi BWS Sulawesi V sama-sama memuat nomor layanan `0821-5999-910` untuk laporan warga. Kabar ini terhubung dengan wilayah Mamuju, rubrik Pemerintahan, dan arsip shalat istisqa di Pinrang saat kemarau.
“kami bergerak dua puluh empat jam juga,” ujar Hayatuddin Tuasikal, Pelaksana tugas Kepala BWS Sulawesi V Mamuju, dalam dialog yang dimuat RRI Mamuju pada 30 Juli 2026.
Satgas fokus tangani kemarau
Hayatuddin Tuasikal menjelaskan satuan tugas dibentuk Kementerian PUPR untuk menangani banjir dan kekeringan di wilayah kerja balai sungai di Indonesia. Pada 2026, fokus penanganan di Sulawesi Barat diarahkan ke kekeringan yang berdampak pada pertanian dan pasokan air baku warga.
RRI mencatat petugas BWS bekerja bersama penanggung jawab di tiap kabupaten serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas pertanian. Laporan warga dipakai untuk memeriksa lokasi daerah irigasi, umur tanaman, dokumentasi kerusakan, dan jarak sumber air terdekat sebelum tim turun ke lapangan.
Nomor hotline diumumkan resmi
Pada unggahan resmi Instagram, BWS Sulawesi V Mamuju meminta masyarakat melaporkan kondisi kekeringan disertai lokasi, dokumentasi, dan kontak yang dapat dihubungi. Pengumuman itu memperkuat bahwa nomor hotline yang disebut dalam wawancara RRI memang dipublikasikan sebagai kanal resmi pelaporan.
Baca juga panen dan kekeringan di Sidrap untuk konteks dampak kemarau di daerah lain. Arsip wilayah Mamuju memuat perkembangan pemerintahan, infrastruktur, dan layanan publik lain di Sulbar.
“Jangan ragu untuk melapor,” menulis BWS Sulawesi V Mamuju, Pengumuman hotline kekeringan, pada unggahan resmi Instagram BWS Sulawesi V Mamuju pada 26 Juli 2026.



