Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengukuhkan pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia atau BWI Provinsi Sulbar masa jabatan 2026-2029 di Mamuju, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan itu dirangkaikan dengan sosialisasi wakaf produktif yang diarahkan untuk memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.

Halaman resmi Pemprov Sulbar dan laporan Kabar Sulbar sama-sama menempatkan pengukuhan ini sebagai dukungan pemerintah provinsi terhadap pengelolaan wakaf yang lebih produktif. Liputan ini terhubung dengan wilayah Mamuju, rubrik Pemerintahan, dan berita Sekolah Rakyat Mamuju untuk 270 siswa.

Saya yakin bahwa badan wakaf ini bisa bekerja dengan baik.,” kata Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, saat pengukuhan pengurus BWI Sulbar Pemprov Sulbar pada 19 Agustus 2026.

Wakaf disebut bernilai abadi

Suhardi Duka menilai wakaf memiliki manfaat jangka panjang karena hasilnya dapat terus mengalir. Ia menyebut pengelolaan yang tertata dapat memperluas dukungan untuk pendidikan, kesehatan, dan penanganan persoalan sosial di Sulawesi Barat.

Kabar Sulbar memuat pokok yang sama dengan artikel resmi, yakni pengukuhan pengurus baru dan dorongan untuk mengembangkan wakaf produktif. Mammiri menahan uraian seremonial lain yang tidak menambah fakta baru di dua sumber terbuka tersebut.

kalau kita wakafkan sesuatu kepada badan wakaf itu abadi.,” ujarnya Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, saat menjelaskan nilai wakaf Pemprov Sulbar pada 19 Agustus 2026.

BWI diarahkan bantu kesejahteraan

Pemprov Sulbar menilai lembaga wakaf dapat membantu pemerintah mengurangi kemiskinan dan memperkuat layanan sosial jika aset dikelola secara produktif. Sudut itu yang membuat pengukuhan tidak berhenti pada pergantian pengurus, tetapi diarahkan ke manfaat nyata bagi warga.

Baca juga gaji PPPK Sulbar jadi 12 bulan di 2026, hoaks Agustus di Sulbar, dan arsip wilayah Mamuju.