Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mendorong penandatanganan nota kesepahaman dengan BRIN setelah menerima paparan riset radiasi alam tinggi di Mamuju. Usul itu diajukan saat kunjungan kerja ke BRIN di Jakarta pada Jumat, 24 Juli 2026.

Humas Sulbar dan Poinsembilan sama-sama menulis pertemuan ini dipakai untuk mengaitkan hasil penelitian dengan arah kebijakan daerah. Artikel ini terhubung dengan wilayah Mamuju, rubrik Pemerintahan, dan arsip pembinaan anak LPKA Mamuju.

Gubernur Sulawesi Barat merupakan gubernur pertama di Indonesia yang secara langsung berkunjung ke BRIN,” ujar Kepala BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional, dalam unggahan resmi Instagram Pemprov Sulbar pada 25 Juli 2026.

MoU dipakai ikat kerja sama

Humas Sulbar menyebut MoU itu dipakai sebagai landasan riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pemanfaatan hasil penelitian. Fokus awalnya ialah memastikan temuan soal radiasi alam Mamuju tidak berhenti sebagai laporan ilmiah semata.

Poinsembilan menuliskan rombongan Sulbar diterima setelah forum pemaparan hasil penelitian BRIN tentang dampak radiasi terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, isu kesehatan warga dan arah pembangunan daerah dibahas dalam satu meja yang sama.

Riset radiasi masuk agenda daerah

Mammiri membatasi artikel ini pada tindak lanjut riset dan usulan kerja sama resmi. Dua sumber yang diperiksa belum memuat jadwal penandatanganan MoU atau rincian proyek turunan yang akan dijalankan setelah pertemuan.

Sumber terbuka juga belum memuat ringkasan lengkap hasil penelitian BRIN untuk tiap desa di Mamuju. Karena itu, redaksi tidak menambahkan simpulan medis atau klaim baru di luar dua sumber yang diperiksa.

Baca juga

Baca juga harmonisasi Ranperbup Pasangkayu untuk melihat agenda kebijakan lain di Sulbar. Pembaca juga bisa membuka wilayah Mamuju untuk liputan terbaru lain dari kabupaten ini.