MAMUJU
Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Barat menekankan pembinaan karakter anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak atau LPKA di Mamuju. Penekanan itu disampaikan Kakanwil Said Mahdar pada rangkaian kegiatan pembinaan, Rabu, 21 Juli 2026.
Pembinaan dilakukan lewat kolaborasi dengan sekolah dan kegiatan bersama remaja di luar lembaga. Ditjenpas Sulbar menilai pola ini penting untuk melatih interaksi sosial anak binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Topik ini mendapat perhatian pada peringatan Hari Anak Nasional 2026 karena menyangkut hak anak binaan atas pembinaan, perlindungan, dan ruang interaksi yang aman. Dua sumber yang diperiksa menempatkan Said Mahdar sebagai pejabat yang memimpin agenda ini.
Kolaborasi sekolah diperluas
RRI Mamuju melaporkan kegiatan pembinaan juga dihubungkan dengan turnamen voli antar SMA di Kabupaten Mamuju. Menurut RRI, kegiatan itu dipakai untuk membangun jiwa sosial, kejujuran, dan kebersamaan anak binaan.
Situs resmi Ditjenpas pada 23 Juli 2026 memuat peringatan HAN ke-42 yang dipimpin Said Mahdar dan menekankan pemenuhan hak serta perlindungan anak binaan. Keterangan itu sejalan dengan fokus pembinaan yang dilaporkan RRI.
“Ini adalah momentum untuk membentuk generasi yang berakhlak dan berkarakter,” ujar Said Mahdar, Kakanwil Ditjenpas Sulbar, usai membuka kegiatan RRI Mamuju pada 23 Juli 2026.
Hak anak ikut ditekankan
Ditjenpas Sulbar menilai kegiatan interaktif dengan pelajar dan remaja luar lembaga dapat mengurangi stigma terhadap anak binaan. Langkah itu juga dipakai untuk menjaga kesinambungan pembinaan karakter di dalam LPKA.
Dua sumber yang diperiksa tidak memuat jumlah anak binaan atau sekolah yang terlibat dalam kegiatan ini. Karena itu, artikel ini dibatasi pada arah pembinaan, bentuk kolaborasi, dan penekanan pada hak anak binaan.



