MAKASSAR
Pemkot Makassar mempercepat pembayaran retribusi sampah digital melalui aplikasi Lontara Plus sambil memperketat pengawasan kebersihan wilayah. Arahan itu disampaikan Sekda Makassar Andi Zulkifly dalam rapat koordinasi pada Selasa, 18 Agustus 2026.
ANTARA Makassar dan RRI Makassar sama-sama menulis camat serta lurah diminta menjadi pelopor penggunaan aplikasi itu. Perkembangan ini terkait wilayah Makassar, rubrik Pemerintahan, dan berita Perda pemilahan sampah Makassar.
“Setiap lurah harus mencoba,” kata Andi Zulkifly, Sekretaris Daerah Kota Makassar, saat menekankan uji coba aplikasi ANTARA Makassar pada 18 Agustus 2026.
Basis data rumah dan usaha dibenahi
ANTARA menulis unit pendataan akan diarahkan pada bangunan atau rumah agar pemda tahu objek rumah tangga, usaha kecil, dan usaha besar. RRI menambahkan sektor restoran, kafe, hotel, dan usaha lain diprioritaskan karena menghasilkan volume sampah lebih besar.
Dua sumber juga sama-sama menekankan pembayaran digital dipakai untuk mengurangi sengketa setoran lewat kolektor. Mammiri tidak menambahkan target pendapatan karena angka penerimaan belum dipublikasikan pada dua laporan itu.
“Databasenya harus disempurnakan,” ujar Andi Zulkifly, Sekretaris Daerah Kota Makassar, saat membahas basis pendataan ANTARA Makassar pada 18 Agustus 2026.
Layanan dan pembayaran harus sejalan
RRI menulis pembayaran digital diharapkan memperkuat transparansi dan mengurangi uang yang tidak tercatat. ANTARA menguatkan bahwa pengangkutan sampah harus tetap berjalan jika warga sudah memenuhi kewajiban retribusi.
Baca juga wilayah Makassar, rubrik Pemerintahan, dan berita DPU Makassar normalisasi Kanal Pengayoman.
“tidak masuk ke bank,” ujar Andi Zulkifly, Sekretaris Daerah Kota Makassar, saat menjelaskan risiko setoran manual RRI Makassar pada 18 Agustus 2026.



