Universitas Muslim Indonesia dan Lembaga Akreditasi Kesehatan dan Keselamatan Majelis Ulama Indonesia mulai menjajaki pembentukan pusat studi kesehatan syariah di Makassar. Pertemuan keduanya diarahkan untuk menyambungkan pendidikan, riset, inovasi, layanan, dan sertifikasi pada satu ekosistem yang sama.

Keterangan resmi UMI dan laporan ANTARA menempatkan kolaborasi ini sebagai langkah awal yang berbasis kampus. Pembaca bisa menautkan kabar ini dengan wilayah Makassar, rubrik Kesehatan, dan liputan MCH Nabuka Nusantara di Makassar.

Kesehatan syariah harus menjadi kontribusi nyata Indonesia untuk umat.,” tegas Hambali Thalib, Rektor UMI, pada pertemuan dengan LAKK MUI UMI pada 27 Juli 2026.

Pusat studi disiapkan

UMI menyebut pembahasan tidak berhenti pada nota kerja sama umum. Kampus ini menyiapkan Pusat Studi Kesehatan Syariah UMI sebagai simpul yang menghubungkan fakultas kesehatan, rumah sakit pendidikan, dan layanan binaan kampus.

ANTARA menambah konteks bahwa kolaborasi dengan LAKK MUI juga menyentuh sertifikasi kompetensi dan tata kelola layanan. Sudut itu membuat artikel ini lebih spesifik daripada liputan drone pertanian Unhas bersama Kementan yang berfokus pada inovasi alat.

Riset lama dijadikan dasar

Artikel resmi UMI menulis kampus itu sudah meneliti Prophetic Medicine atau Thibbun Nabawi sejak 2012 melalui Ahmad Hanafie Center. Riwayat riset tersebut kini diposisikan sebagai dasar untuk menyusun kerangka kesehatan syariah yang lebih terstruktur.

Dua sumber terbuka yang diperiksa belum memuat tenggat pembentukan pusat studi itu. Karena itu, redaksi membatasi tulisan pada arah kerja sama, rencana pusat studi, dan dasar riset yang sudah disebut resmi oleh UMI.

Baca juga

Baca juga Unhas produksi drone pertanian bersama Kementan untuk perkembangan riset kampus lain di Makassar. Arsip rubrik Kesehatan memuat layanan, program kesehatan, dan inovasi kampus di Sulsel serta Sulbar.