SIDRAP
RRI melaporkan hasil ubinan padi sebesar 8-10 ton gabah per hektare dalam panen raya di Pitu Riase pada Senin (20/7/2026). Kegiatan itu berlangsung di Desa Bila Riase.
Sebanyak 30 mesin panen beroperasi pada lahan sekitar 50 hektare. Panen tersebut menjadi bagian dari program indeks pertanaman tiga kali setahun atau IP300.
Angka 8-10 ton berasal dari petak ubinan saat acara, bukan total panen lahan 50 hektare. RRI tidak memuat jumlah petak sampel atau metode pengukurannya.
“Saya ingin petani Sidrap menjadi petani yang maju, mandiri, dan modern,” ujar Syaharuddin Alrif, Bupati Sidenreng Rappang, dalam laporan RRI Makassar pada 21 Juli 2026.
Pemkab Targetkan IP300 di 19.600 Hektare
Pemkab Sidrap menargetkan program IP300 berjalan di 11 kecamatan dengan luas 19.600 hektare. Target itu tercantum dalam persiapan program berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 119/II/2026.
Dari sekitar 53.000 hektare sawah di Sidrap, Pemkab menargetkan produksi satu juta ton gabah kering panen.
Pemkab mengalokasikan 200 hektare untuk penangkaran benih. Publikasi Pemkab tertanggal 26 Maret tidak memuat realisasi luas tanam dan produksi IP300 per kecamatan.
Pemkab Atasi Sawah Kering di Dua Kecamatan
Sehari sebelum panen, Bupati Sidrap meninjau sawah yang kekurangan air di Kecamatan Maritengngae dan Watang Pulu setelah hampir satu bulan tanpa hujan.
Sawah tersebut berada di Rijang Pitu, Lakessi, Kanie, Buae, Arawa, Batu Lappa, Ciro-ciroe, dan Uluale.
Tanggul irigasi yang jebol juga menghambat distribusi air ke sawah petani.
Pemkab mengerahkan 17 mobil tangki air dan memperbaiki jaringan irigasi. Publikasi Pemkab tidak menyebut luas sawah atau jumlah petani yang terdampak.
Panen berlangsung di Pitu Riase, sedangkan sawah yang kekurangan air berada di Maritengngae dan Watang Pulu.
