SIDRAP
Mahasiswa KKN Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin mengembangkan web app asesmen ketahanan UMKM di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Aplikasi itu dipakai pelaku usaha untuk menilai kesiapan keuangan, operasi, pemasaran, adaptasi, dan manajemen risiko, lalu mengubah jawaban menjadi indeks ketahanan dan rekomendasi prioritas.
Rilis utama Pemkab Sidrap dan seminar hasil program digitalisasi UMKM di Majjelling Wattang sama-sama menempatkan dashboard ini sebagai alat pantau berbasis data untuk kelurahan. Liputan ini terkait wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Ekonomi, dan arsip bazar UMKM Expo Rappang.
“Dashboard ini sangat membantu karena datanya bisa otomatis diperbarui.,” ujar Herman Ompo, Lurah Majjelling Wattang, saat menerima dashboard monitoring asesmen UMKM Pemkab Sidrap pada 12 Agustus 2026.
Data kelurahan ikut diperbarui real time
Sumber utama menyebut hasil asesmen tidak berhenti pada skor karena sistem juga mengeluarkan rekomendasi perbaikan untuk pelaku usaha. Data isian tersimpan di spreadsheet dan langsung memperbarui dashboard, sehingga kelurahan tidak perlu memasukkan ulang data setiap ada UMKM baru yang mengisi formulir.
Artikel seminar hasil pada 11 Agustus 2026 menambahkan bahwa digitalisasi UMKM di Majjelling Wattang juga mencakup website MAPPASITURU, pendampingan NIB, sertifikasi halal, buku profil, dan basis data usaha. Mammiri membatasi artikel ini pada web app asesmen, dashboard monitoring, dan pemakaian data real time yang muncul pada dua sumber resmi itu.
Baca juga
Baca juga arsip wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Ekonomi, dan berita WiFi publik di Pasar Empagae untuk layanan digital lain yang sudah dipasang di Sidrap.



