Pemkab Sidrap menyiapkan Kelurahan Wala dan Lakessi di Kecamatan Maritengngae sebagai sasaran Program Percepatan Modernisasi Pertanian Berbasis Kawasan atau PM-AAS. Arah itu disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif saat bertemu kelompok tani di Baruga Rumah Jabatan Bupati pada Jumat malam, 14 Agustus 2026.

Liputan ini terhubung dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Ekonomi, dan arsip hasil PM-AAS 11 ton per hektare.

Target kita jelas meningkatkan produksi.,” kata Syaharuddin Alrif, Bupati Sidrap, saat menjelaskan sasaran PM-AAS untuk Wala dan Lakessi Pemkab Sidrap pada 14 Agustus 2026.

Target produksi naik ke 10 ton

Menurut rilis resmi, Wala dan Lakessi diarahkan mengikuti pola yang sudah diuji di Majjelling Wattang, tempat produksi disebut mencapai 11 sampai 12,2 ton per hektare. Pemkab Sidrap ingin rata-rata hasil di dua wilayah baru itu naik dari sekitar 7 sampai 8 ton menjadi 10 ton per hektare.

Unggahan Facebook resmi Pemkab Sidenreng Rappang mengulang fokus yang sama, yakni dorongan menjadikan Wala dan Lakessi sebagai lumbung padi dengan tata kelola lebih modern. Mammiri menahan klaim hasil panen aktual baru karena sumber yang diperiksa masih membahas tahap persiapan kawasan.

Irigasi dan tanah jadi perhatian

Rilis resmi menyebut dua wilayah ini ditopang daerah irigasi, dengan tambahan pompanisasi di Lakessi. Pemerintah juga mengusulkan dolomit dan silika untuk membantu memperbaiki pH tanah, pertumbuhan akar, dan kekuatan batang padi.

Sumber resmi yang diperiksa tidak memuat luas lahan pasti atau jumlah kelompok tani penerima intervensi. Karena itu, artikel ini hanya menuliskan instrumen dukungan yang dinyatakan terbuka oleh pemerintah daerah.

Baca juga

Baca juga web app asesmen UMKM Majjelling Wattang, rubrik Ekonomi, dan arsip wilayah Sidenreng Rappang.