Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif meninjau pengolahan 14 hektare sawah di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, Jumat, 7 Agustus 2026, setelah panen raya. Ia melihat pemakaian alat rotavator untuk mempercepat olah tanah sebelum tanam ulang program intensifikasi pertanaman tiga kali setahun, atau IP300.

Artikel resmi Pemkab Sidrap dan laporan [KitaSulsel](https://kitasulsel.com/2026/08/07/usai-panen-raya-bupati-sidrap-tinjau-pengolahan-sawah-untuk-percepat-program-ip-300/) sama-sama menempatkan Botto sebagai lokasi percepatan olah lahan pascapanen. Berita ini terhubung dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Ekonomi, dan arsip panen PM-AAS 11 ton per hektare di Sidrap.

Kita langsung mau pengolahan sawah di Desa Botto.,” ujarnya Syaharuddin Alrif, Bupati Sidenreng Rappang, saat meninjau lokasi pengolahan sawah Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang pada 8 Agustus 2026.

Rotavator dipakai percepat tanam

Pemkab Sidrap menulis pengolahan tanah dilakukan dengan rotavator agar lahan bisa segera ditanami tanpa jeda panjang. Skema itu dipakai untuk menjaga target tiga kali tanam setahun pada lahan sawah Desa Botto.

KitaSulsel menurunkan agenda yang sama dengan fokus pada percepatan program IP300. Dua sumber yang diperiksa belum memuat varietas benih, jadwal tanam ulang, atau estimasi hasil panen berikutnya, sehingga Mammiri membatasi berita ini pada luasan lahan, alat yang dipakai, dan tujuan percepatan tanam.

Botto disiapkan jadi contoh

Syaharuddin mengapresiasi kelompok tani yang langsung mengolah lahan setelah panen dan berharap pola itu diikuti wilayah lain di Pitu Riase. Dinas Pertanian Sidrap disebut akan terus mendampingi pelaksanaan IP300 dari sarana produksi sampai pendampingan teknis lapangan.

Baca juga trade in Bright Gas untuk ASN Sidrap dan panggung kreativitas Maritengngae untuk agenda pemerintahan lain di kabupaten ini.