Pemkab Tana Toraja memusatkan penanganan medis bagi siswa dan guru dari SMP Negeri 1 serta SMP Negeri 2 Makale setelah keluhan mual, pusing, dan diare muncul pada Kamis, 3 September 2026.

Situs resmi pemkab dan ANTARA Makassar sama-sama menempatkan respons rumah sakit sebagai fokus utama. Perkembangannya terkait wilayah Tana Toraja, rubrik Kesehatan, dan liputan bantuan keuangan untuk Tana Toraja.

Tentunya semuanya akan ditangani sesuai dengan SOP.,” ujar Zadrak Tombeg, Bupati Tana Toraja, saat meninjau penanganan siswa di rumah sakit Pemkab Tana Toraja pada 3 September 2026.

Jumlah pasien masih bergerak

Halaman resmi Pemkab Tana Toraja menulis sekitar 100 siswa dievakuasi ke Puskesmas Makale, RSUD Lakipadada, RS Sinar Kasih, dan RS Fatima. ANTARA lalu mengutip data Dinkes Tana Toraja yang mencatat 152 pasien.

Data ANTARA itu merinci 77 pasien di RSUD Lakipadada, 46 pasien di RS Sinar Kasih, dan 29 pasien di RS Fatima. Karena jumlahnya berubah pada hari yang sama, redaksi tidak mengunci angka itu di judul.

Penyebab masih diselidiki

Pemkab Tana Toraja menulis penyebab kejadian masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Tim kesehatan juga menjalankan penyelidikan epidemiologi untuk menelusuri sumber dan penyebab kejadian secara lebih mendalam.

ANTARA menambahkan pemkab akan mengevaluasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi MBG setelah kejadian ini. Sudut itu membedakan artikel ini dari uji menu MBG di Mamuju Tengah, karena fokusnya berada pada respons medis dan evaluasi pascakejadian.

Keluhan pasien dominan di perut

Direktur Umum RSUD Lakipadada Bed Bassang, seperti dikutip ANTARA, menyebut keluhan pasien saat tiba di IGD didominasi gangguan perut, pencernaan, dan diare. Tim dokter serta perawat disebut langsung melakukan tindakan medis di rumah sakit.

Artikel ini dibatasi pada data evakuasi, penanganan medis, dan langkah penyelidikan yang muncul konsisten pada dua sumber. Mammiri tidak menambah dugaan penyebab atau hasil laboratorium yang belum diumumkan resmi.

Baca juga

Baca juga uji menu MBG di Mamuju Tengah, pelatihan keamanan pangan SPPG MBG, dan arsip wilayah Tana Toraja.