MAKASSAR
BBPOM Makassar melatih 138 petugas SPPG dari 69 satuan layanan di Makassar, Maros, dan Gowa agar mampu memakai rapid test kit keamanan pangan. Pelatihan berlangsung di Aula Baji Minasa BBPOM Makassar pada Jumat, 14 Agustus 2026.
RRI Makassar dan ANTARA Makassar sama-sama menempatkan kegiatan ini sebagai penguatan deteksi dini pangan pada program Makan Bergizi Gratis. Kabar ini terkait wilayah Makassar, wilayah Maros, wilayah Gowa, dan rubrik Kesehatan.
“Kegiatan ini sekaligus tindak lanjut instruksi Presiden.,” ujar Yosef Dwi Irwan, Kepala BBPOM Makassar, saat menjelaskan alasan pelatihan RRI Makassar pada 18 Agustus 2026.
Rapid test dipakai untuk enam parameter
Dua sumber yang diperiksa sama-sama menyebut materi praktik meliputi formalin, boraks, nitrit, residu pestisida, kesegaran ayam, dan histamin. RRI juga menulis peserta diperkenalkan pada prinsip DUIT, yaitu daging, unggas, ikan, dan telur sebagai titik rawan pengawasan bahan pangan.
ANTARA menambahkan peserta dilatih agar bisa melakukan pemeriksaan awal di dapur layanan sebelum bahan dipakai untuk program MBG. Mammiri tidak menambahkan klaim hasil uji lapangan karena dua sumber hanya menjelaskan materi dan tujuan pelatihan.
“Kami melatih petugas SPPG menggunakan rapid test kit.,” kata Yosef Dwi Irwan, Kepala BBPOM Makassar, dalam keterangan yang dikutip ANTARA ANTARA Makassar pada 19 Agustus 2026.
Fokus berita dibatasi pada pelatihan
Artikel ini dibatasi pada jumlah peserta, asal wilayah layanan, dan parameter uji yang disebut terbuka. Redaksi tidak menulis klaim efektivitas jangka panjang program MBG karena sumber yang diperiksa hanya memuat tahap pelatihan petugas.
Baca juga BBPOM Makassar edukasi lansia lewat SAPA PORENA, arsip wilayah Makassar, dan rubrik Kesehatan.



