TAKALAR
Pupuk Indonesia mencatat penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Takalar mencapai 17.167 ton hingga 15 September 2026. Jumlah itu sekitar 58 persen dari alokasi 29.776 ton, berdasarkan keterangan perusahaan pada Jumat, 18 September 2026.
Dari 29.068 petani yang masuk daftar e-RDKK, sebanyak 18.313 orang telah menebus pupuk. Angka penyaluran dan penerima merupakan catatan perusahaan, bukan hasil pemeriksaan independen.
Stok tersedia melalui titik serah resmi
Stok yang dilaporkan untuk Takalar sebesar 2.042 ton per 16 September 2026. Persediaan itu berada pada penerima pupuk di titik serah resmi untuk melayani petani sesuai alokasi.
Regional CEO 4 Pupuk Indonesia Wisnu Ramadhani meminta koordinasi distribusi diperkuat menjelang musim tanam ketiga. Pemerintah daerah, penyuluh, distributor, dan petani dilibatkan dalam pembahasan kebutuhan melalui Rembuk Tani dan Tebus Bersama.
“Sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi kunci untuk menjaga kelancaran tersebut,” kata Wisnu Ramadhani, Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, dalam keterangan yang diterbitkan ANTARA Makassar pada 19 September 2026.
Baca juga
Perusahaan menyebut pendampingan petani dan evaluasi distribusi menjadi bagian dari persiapan musim tanam. Laporan belum merinci berapa petani yang belum menebus karena kendala layanan.
Perkembangan pertanian Takalar juga berkaitan dengan ketersediaan air untuk sawah. Baca progres rehabilitasi 39 daerah irigasi Sulsel dan berita lain di rubrik Ekonomi.



