Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menjadwalkan konsultasi publik pengadaan tanah Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa pada 3 sampai 27 Agustus 2026. Tahap ini disiapkan setelah pemberitahuan rencana pembangunan dan pendataan awal lokasi selesai dijalankan.

Rilis resmi pemprov menyebut agenda akan dimulai di Desa Bissoloro lalu bergerak ke Pattallikang, Tana Karaeng, Buakkang, Mangempang, Bontomanai, Bilalang, dan berakhir di Moncongloe. Warga pemilik tanah dan bangunan di lokasi rencana akan diundang untuk menerima penjelasan serta menyampaikan masukan.

Artikel ini terhubung dengan wilayah Gowa, rubrik Pemerintahan, dan liputan jembatan Badenglolo di Gowa yang sama-sama menyorot pembangunan infrastruktur daerah.

Lahan terdampak lebih dari 1.800 hektare

Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah Ishaq Iskandar mengatakan waktu konsultasi dibuat panjang karena area rencana bendungan mencakup lebih dari 1.800 hektare. Tim itu dibentuk lewat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 153/I/2026.

Pemprov Sulsel juga menjelaskan Bendungan Jenelata dirancang mengairi Daerah Irigasi Bissua di Takalar dan Gowa, serta Daerah Irigasi Kampili di Gowa. Kapasitas tampungannya disebut sekitar 223,60 juta meter kubik untuk mendukung air irigasi pada musim kemarau.

Kami berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana,” ujar Ishaq Iskandar, Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah, dalam keterangan resmi Pemprov Sulsel pada 25 Juli 2026.

Proyek bendungan ditargetkan rampung 2028

Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang pada April 2026 menyebut konstruksi Bendungan Jenelata sudah mencapai sekitar 26 persen dan ditargetkan selesai pada 2028. Keterangan itu dipakai Mammiri untuk memeriksa bahwa tahap konsultasi publik sekarang masih sejalan dengan proyek yang sedang berjalan.

Pemerintah juga menyiapkan manfaat lain berupa air baku, tenaga listrik, pengendalian banjir, dan potensi pariwisata. Redaksi tidak menambahkan jadwal pembebasan lahan per desa karena rincian itu belum dibuka pada dua sumber yang diperiksa.

Kami berharap setiap tahapan pengadaan tanah dapat berjalan lancar,” kata Ishaq Iskandar, Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah, pada penutup keterangan Pemprov Sulsel pada 25 Juli 2026.

Baca juga

Baca juga ekstensifikasi PAD Pemkab Gowa untuk melihat agenda fiskal daerah yang berjalan bersamaan. Pembaca juga bisa membuka runway Bandara Bua di Luwu untuk pembanding proyek pengadaan lahan lain di Sulsel.