MAJENE
PLN UID Sulselrabar menyiapkan pendampingan usaha untuk penerima program reforma agraria Badan Pertanahan Nasional di Kabupaten Majene. Program ini menyasar Desa Limbua di Kecamatan Sendana dan Desa Bonde Utara di Kecamatan Pamboang.
Dua desa itu mencakup sekitar 200 kepala keluarga menurut laporan ANTARA. Artikel ini terhubung dengan wilayah Majene, rubrik Ekonomi, dan arsip PLN lain di Sulbar lewat bantuan sembako untuk warga Mamasa.
“Rumah BUMN kami hadir sebagai ruang belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bagi para pelaku UMKM,” kata Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar, dalam keterangan yang dimuat ANTARA Makassar pada 24 Juli 2026.
Dua komoditas jadi fokus awal
ANTARA menyebut mayoritas pendapatan warga di dua desa masih berada di bawah Rp2 juta per bulan. Potensi usaha yang dipetakan untuk tahap awal adalah bawang merah di Limbua dan perikanan di Bonde Utara.
Rumah BUMN Majene menyatakan pihaknya memberi ruang belajar, akses pemasaran, dan penguatan jaringan usaha. Pendampingan itu diposisikan sebagai tindak lanjut setelah warga memperoleh kepastian hukum atas tanah.
BPN menautkan sertifikat dan usaha
Kantor Pertanahan Majene mencatat 66 persen sertifikat di lokasi ini berasal dari redistribusi tanah dan 34 persen dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. BPN menilai manfaat ekonomi baru terlihat jika tanah yang sudah bersertifikat juga dipakai untuk menggerakkan usaha warga.
Dua sumber yang diperiksa belum memuat jadwal rinci pelatihan, target omzet, atau jumlah UMKM yang sudah masuk pendampingan. Karena itu artikel ini dibatasi pada lokasi, sasaran, dan arah program yang telah diumumkan terbuka.
“Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pemberdayaan masyarakat,” ujar Dody Cahyadi, Kepala Kantor Pertanahan Majene, dalam keterangan yang dimuat ANTARA Makassar pada 24 Juli 2026.



