MAJENE
Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menghadiri peringatan Maulid Nabi 1448 Hijriah di pelataran Masjid Kuno Syech Abdul Mannan Salabose, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dalam sambutannya, ia menyebut Salabose sebagai titik awal tradisi maulid di wilayah Mandar.
Katinting menulis SDK juga mengajak jamaah mengirim Al-Fatihah untuk almarhum Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim Mengga. Liputan ini terhubung dengan wilayah Majene, rubrik Budaya, dan arsip Sandeq Silumba 85 perahu.
“Salahbose ini adalah titik nol dari wilayah Mandar.,” ucap Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, saat menyampaikan sambutan Katinting pada 25 Agustus 2026.
Tradisi disebut rujukan maulid Mandar
Katinting menulis SDK mencontohkan masjid lain di Mandar baru menggelar maulid setelah agenda Salabose selesai. Ia menyebut pola itu lahir dari etika bersama, bukan dari instruksi formal pemerintah.
Gubernur juga mengaitkan maulid dengan pengalaman sosial masyarakat Mandar sejak lama. Dalam laporan yang sama, ia menyebut agama dan budaya tidak perlu dipertentangkan selama keduanya saling menguatkan.
“Agama dengan budaya itu saling melengkapi dan saling menguatkan.,” ujar Suhardi Duka, Gubernur Sulawesi Barat, dalam peringatan Maulid Salabose Katinting pada 25 Agustus 2026.
Unggahan resmi pastikan agenda
Unggahan resmi Pemprov Sulbar di Facebook memuat lokasi acara di Salabose, kehadiran Suhardi Duka, dan ajakan mengirim Al-Fatihah untuk almarhum Salim Mengga. Sumber resmi itu memperkuat tanggal, lokasi, dan tokoh yang hadir dalam agenda tersebut.
Katinting menambahkan kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Majene, Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Ketua DPRD Majene, jajaran OPD, serta unsur Forkopimda. Dua sumber terbuka yang diperiksa belum memuat susunan panitia dan jadwal lengkap rangkaian budaya setelah acara utama.
Baca juga
Baca juga Suhardi Duka terima gelar adat di Balanipa dan Diskominfo Sulbar apresiasi pembatasan HP siswa di Majene untuk perkembangan budaya dan kebijakan lain di Sulawesi Barat.



