GOWA
Pemerintah Kabupaten Gowa memaparkan strategi perluasan perlindungan Jamsostek untuk pekerja rentan saat wawancara Jamsostek Award Sulsel 2026 di Makassar. Tahap ini dipakai pemkab untuk menunjukkan data kepesertaan, dasar regulasi, dan skema pembiayaan yang sudah berjalan.
Humas Gowa dan Gowa Terkini sama-sama mencatat fokus pemkab ada pada pekerja formal dan informal. Artikel ini terhubung dengan wilayah Gowa, rubrik Pemerintahan, dan liputan komitmen Jamsostek Pemkab Luwu sebagai pembanding kabupaten lain di Sulsel.
“Kami ingin memastikan seluruh pekerja, baik formal maupun informal, memiliki akses terhadap perlindungan jaminan sosial.,” tegas Sitti Husniah Talenrang, Bupati Gowa, dalam wawancara yang dimuat Humas Gowa pada 21 Juli 2026.
Target pekerja rentan diperluas
Humas Gowa menyebut strategi perluasan itu mencakup penguatan regulasi daerah, perluasan kepesertaan pekerja rentan, dan pemutakhiran data melalui sistem digital. Pemkab juga menautkan agenda itu dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.
Gowa Terkini menulis tahapan wawancara ini menjadi tindak lanjut seleksi Jamsostek Award tingkat provinsi. Forum itu dipakai untuk menguji seberapa jauh kebijakan daerah benar-benar berjalan di lapangan.
Penilaian masih berjalan
Dua sumber yang diperiksa belum memuat jumlah pekerja rentan yang sudah dilindungi atau target tambahan setelah wawancara. Mammiri juga belum menemukan tenggat penetapan hasil penilaian tingkat provinsi pada dua sumber terbuka tersebut.
Karena itu, artikel ini dibatasi pada agenda wawancara, fokus perluasan perlindungan, dan pernyataan resmi bupati. Angka rinci kepesertaan baru bisa ditambahkan jika panitia atau pemkab merilis data lanjutan.
Baca juga
Baca juga strategi PAD Pemkab Gowa untuk melihat prioritas fiskal daerah yang berjalan bersamaan. Pembaca juga bisa membuka wilayah Gowa untuk berita terbaru lain dari kabupaten ini.



