Tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Rabu, 2 September 2026. Respons lapangan dimulai setelah laporan warga masuk sekitar pukul 12.15 WITA.

ANTARA Makassar dan RRI Makassar sama-sama menulis kejadian ini sebagai respons cepat menghadapi lahan kering pada musim kemarau. Perkembangannya terkait wilayah Gowa, rubrik Pemerintahan, dan arsip kesiapsiagaan karhutla di Parepare.

Titik api bisa diisolasi dan tidak meluas.,” ujar Kopka Asri G, Babinsa Kelurahan Lanna, saat menjelaskan hasil penyekatan api RRI Makassar pada 2 September 2026.

93 personel turun ke lokasi

RRI menulis 93 personel dikerahkan, terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, Polhut, Satpol PP, PLN, dan warga sekitar. Dua unit mobil tangki pemadam milik Manggala Agni ikut dipakai untuk mempercepat penyekatan pada titik api yang menyebar.

ANTARA menguatkan pola penanganan bersama dan menulis karhutla dipicu dampak kekeringan musim kemarau ekstrem. Mammiri membatasi laporan ini pada personel, lokasi, dan durasi penanganan yang benar-benar muncul pada dua sumber utama.

Luas lahan belum seragam

RRI menulis area terdampak diperkirakan sekitar 10 hektare, berisi jati, mahoni, bambu, dan semak belukar. ANTARA menulis luas kebakaran sudah mencapai belasan hektare pada peristiwa yang sama.

Karena angkanya belum seragam, redaksi tidak menjadikan luas lahan sebagai fokus judul. Dua sumber tetap sejalan bahwa api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.25 WITA dan lokasi masih dipantau untuk mencegah titik api baru.

Baca juga

Baca juga karhutla Bacukiki Parepare, apel karhutla Sidrap, dan arsip wilayah Gowa.