PAREPARE
Pemkot Parepare memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla saat risiko kekeringan meningkat pada musim kemarau 2026. Langkah itu ditunjukkan lewat apel gelar pasukan di halaman Mapolres Parepare pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Artikel resmi Pemkot Parepare dan unggahan Instagram resmi [Tasming Hamid](https://www.instagram.com/tasminghamid/reel/Db7UzlTxqkz/) sama-sama menekankan risiko kemarau panjang dan angin kencang. Laporan ini terhubung dengan wilayah Parepare, rubrik Pemerintahan, dan arsip karhutla Bacukiki Parepare.
“Kesiapsiagaan harus difokuskan pada langkah-langkah pencegahan,” ujar Djuhandhani Rahardjo Puro, Kapolda Sulawesi Selatan, dalam sambutan yang dibacakan Tasming Hamid saat apel Pemkot Parepare pada 12 Agustus 2026.
Pencegahan dini jadi fokus utama
Rilis resmi menyebut apel itu dipakai untuk mengecek kesiapan personel, sarana, dan prasarana yang akan dipakai bila titik api muncul. Kapolda Sulsel menekankan deteksi awal, patroli rutin, dan koordinasi lintas sektor lebih efektif daripada merespons api yang sudah meluas.
Unggahan Instagram resmi Tasming Hamid yang terindeks publik pada 13 Agustus 2026 mengulang pesan bahwa musim kemarau dan angin kencang meningkatkan risiko kebakaran. Mammiri membatasi artikel ini pada unsur kesiapsiagaan, pencegahan, dan koordinasi yang tampil di dua sumber terbuka.
Warga diminta ikut cegah pembakaran
Dalam sambutan itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melapor jika melihat titik api. Dua sumber terbuka yang diperiksa tidak memuat data hotspot harian, sehingga Mammiri tidak menambahkan angka baru di luar sumber resmi.
Baca juga arsip wilayah Parepare, rubrik Pemerintahan, dan berita sumur bor untuk daerah rawan kekeringan di Sulsel.



