Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah menghadiri apel kesiapsiagaan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Lapangan Upacara Mapolres Sidrap, Selasa (11/8/2026). Apel dipimpin Kapolres Sidrap AKBP Indra Waspada Yuda dan diikuti unsur TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Perhubungan, serta OPD terkait.

Artikel resmi Pemkab Sidrap dan unggahan Facebook resmi [Pemkab Sidenreng Rappang](https://www.facebook.com/PemkabSidenrengRappang/photos/1463660269141884/) sama-sama menempatkan agenda ini sebagai penguatan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Liputan ini terhubung dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Pemerintahan, dan arsip panen dan kekeringan di Sidrap.

Yang paling penting adalah pencegahan.,” ujar Nurkanaah, Wakil Bupati Sidrap, saat menekankan langkah menghadapi karhutla Pemkab Sidrap pada 11 Agustus 2026.

Mitigasi dini disorot saat kemarau

Rilis resmi menyebut amanat Kapolda Sulsel yang dibacakan Kapolres menekankan pengecekan personel, sarana, dan prasarana untuk menghadapi ancaman karhutla. Pencegahan dini, deteksi dini, dan patroli rutin dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

Pemkab Sidrap menambahkan musim kemarau dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran lahan, sehingga koordinasi lintas sektor perlu diperkuat. Mammiri membatasi artikel ini pada unsur kesiapsiagaan, pemetaan rawan, patroli, dan larangan membuka lahan dengan membakar yang benar-benar tampil di sumber.

Wabup minta warga ikut aktif

Nurkanaah meminta masyarakat tidak membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar karena dampaknya bisa meluas ke lingkungan, kesehatan, dan aktivitas warga. Ia juga meminta potensi kebakaran segera dilaporkan agar respons bisa lebih cepat.

Unggahan Facebook resmi Pemkab Sidrap mengulang inti yang sama, yakni apel ini diarahkan untuk memperkuat pencegahan karhutla di tengah kemarau. Redaksi tidak menambah data hotspot karena dua sumber yang diperiksa tidak memuat angka yang sama.

Baca juga

Baca juga transisi pengelolaan sampah di Sidrap, aspirasi petani Pitu Riawa, dan arsip wilayah Sidenreng Rappang.