MAMUJU
Disdikbud Sulbar menyiapkan guru Pendidikan Jarak Jauh atau PJJ untuk memperluas layanan bagi anak tidak sekolah di Sulawesi Barat. Langkah ini dibahas pada pelatihan pengembangan kapasitas guru di UPTD SMA Negeri 1 Mamuju, Selasa, 28 Juli 2026.
Berita ini terkait wilayah Mamuju, rubrik Pemerintahan, dan arsip Sekolah Rakyat Mamuju untuk 270 siswa yang sama-sama menyorot akses pendidikan di Sulbar.
“Pendidikan Jarak Jauh bukan sekadar alternatif pembelajaran.,” ujar Muhammad Nehru Sagena, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sulbar, saat membuka pelatihan Disdikbud Sulbar pada 30 Juli 2026.
Guru disiapkan untuk daerah sulit dijangkau
Rilis resmi Disdikbud Sulbar menempatkan PJJ sebagai jalan untuk menjangkau wilayah terpencil, medan sulit, dan warga yang belum terlayani optimal. Unggahan resmi Pemprov Sulbar pada Hari Pendidikan Nasional juga menegaskan penanganan anak tidak sekolah ditempuh lewat skema belajar yang lebih fleksibel.
Karena itu, Mammiri membatasi liputan pada arah kebijakan, sasaran layanan, dan peran guru yang muncul pada dua sumber resmi tersebut. Redaksi tidak menambah angka peserta pelatihan karena tidak diumumkan rinci.
PJJ dipasang sebagai alat penuntasan ATS
Muhammad Nehru Sagena menempatkan guru sebagai ujung tombak agar PJJ tidak berhenti pada perangkat teknologi. Fokusnya ialah pembelajaran yang tetap menarik, menjangkau, dan sesuai kebutuhan peserta didik yang berisiko putus sekolah.
Liputan ini berbeda dari siswa SMPN 1 Sungguminasa soroti kebutuhan sekolah karena berita kali ini bertumpu pada model layanan. Mammiri menulis ulang keterangan resmi tanpa menyalin lead atau paragraf sumber.
“Keberhasilan PJJ tidak hanya ditentukan oleh teknologi.,” kata Muhammad Nehru Sagena, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Sulbar, saat menekankan peran guru Disdikbud Sulbar pada 30 Juli 2026.
Baca juga
Baca juga IPSI Sulbar buka Gubernur Championship 2026 dan arsip wilayah Mamuju untuk perkembangan Sulbar lain yang tayang hari ini.



