MAMUJU
Festival Laskar Mamuju resmi dibuka di Lapangan Sumare, Kabupaten Mamuju, Minggu (2/8/2026). Agenda yang menjadi bagian dari KKN-PPM UGM Periode II 2026 itu diposisikan pemerintah daerah sebagai panggung budaya sekaligus peluncuran program pemberdayaan masyarakat pesisir di Sumare dan Tapandullu.
Liputan ini terhubung dengan wilayah Mamuju, rubrik Pemerintahan, dan berita Disdikbud Sulbar siapkan guru PJJ untuk ATS karena sama-sama menyorot layanan publik dan penguatan kapasitas warga di ibu kota Sulbar.
“Bersama Menapak Rasa mengajak kita menyatukan hati, merajut persaudaraan,,” ujar Abd. Rasyid, Asisten I Setda Mamuju, saat membacakan sambutan Bupati Mamuju Pemkab Mamuju pada 2 Agustus 2026.
Layanan publik dibawa ke arena festival
Rilis resmi Pemkab Mamuju menyebut festival ini tidak berhenti pada pertunjukan seni. Di sekitar area kegiatan tersedia pasar murah yang didukung Dinas Pangan Daerah Sulawesi Barat, layanan pemeriksaan kesehatan gratis dari Puskesmas Rangas, serta edukasi kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan.
RRI Mamuju menguatkan sisi layanan lapangan dengan mencatat adanya bazaar UMKM, Gerakan Pangan Murah, dan cek kesehatan gratis untuk warga Sumare. Karena dua sumber itu saling bertemu pada fungsi layanan publiknya, Mammiri menempatkan aspek tersebut sebagai salah satu fokus utama berita.
Program pesisir diarahkan ke desa
Pemkab Mamuju merinci program KKN-PPM UGM mencakup kesehatan, pendidikan, mitigasi bencana, ekonomi biru, digitalisasi, hingga penguatan tata kelola pemerintahan desa. Di antaranya ada edukasi stunting berbasis pangan lokal, pemetaan kawasan rawan longsor, penanaman mangrove, pendampingan UMKM, dan penyusunan rancangan peraturan desa terkait kawasan wisata pantai serta pengelolaan sampah.
RRI menambahkan panggung festival juga dipakai untuk menguatkan destinasi wisata pesisir berbasis budaya lokal. Mammiri menulis ulang dua sumber itu dengan membatasi naskah pada pembukaan festival, layanan publik yang dibawa ke lokasi, dan program yang langsung menyasar masyarakat pesisir.
“lingkungan ini bagian yang tidak terpisahkan dari destinasi wisata,,” kata Bau Akram Dai, Kepala Dispoparekraf Sulawesi Barat, di Lapangan Bola Desa Sumare RRI Mamuju pada 3 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga arsip wilayah Mamuju dan berita Disdikbud Sulbar siapkan guru PJJ untuk ATS untuk perkembangan layanan publik lain di Sulawesi Barat.



