MAKASSAR
Dinas Kominfo Sulawesi Barat meminta dukungan pusat untuk memperluas jangkauan internet melalui forum layanan BAKTI di Makassar, Kamis, 10 September 2026. Kepala dinas Muhammad Ridwan Djafar menyampaikan permintaan itu dalam sosialisasi Badan Layanan Umum Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi.
Ridwan menyebut masih ada 12 persen wilayah Sulbar yang mengalami blankspot atau tidak terjangkau internet. Keterangan tersebut belum menjelaskan satuan pengukuran, tanggal pendataan, maupun daftar lokasinya.
Ridwan menyiapkan diskusi lanjutan
Kominfo Sulbar akan mempertemukan pemerintah kabupaten, pemerintah desa, badan usaha milik desa, dan pengusaha internet lokal dalam diskusi lanjutan. Rencana itu juga melibatkan BAKTI serta asosiasi penyelenggara jasa internet.
Ridwan meminta pembagian peran yang lebih jelas dalam perluasan jaringan. Jadwal diskusi dan keputusan pendanaan belum disebutkan.
“Pemerintah daerah berperan mengawal agar layanan tersebut dapat digunakan seluruh masyarakat,” kata Muhammad Ridwan Djafar, Kepala Dinas Kominfo, Persandian, dan Statistik Sulbar, dalam keterangan yang dimuat KabarMakassar pada 10 September 2026.
Jaringan fasilitas publik menjadi usulan
Usulan dinas mencakup pemetaan jaringan secara berkala serta pemenuhan koneksi untuk kantor, sekolah, dan puskesmas. Ridwan juga meminta penyedia jasa mengikuti pengaturan ruang milik jalan dalam menata jaringan.
Angka 12 persen ini tidak dapat langsung dibandingkan dengan laporan persentase desa blank spot di Pasangkayu. Laporan sebelumnya memakai satuan desa, sedangkan penjelasan terbaru belum merinci dasar persentasenya.
Baca juga
Ikuti rubrik Pemerintahan serta arsip Pasangkayu untuk pembahasan layanan publik dan konektivitas daerah.



