SINJAI
Bupati Sinjai Ratnawati Arif meminta rehabilitasi jaringan irigasi di daerahnya dijalankan tepat sasaran. Pesan itu ia sampaikan saat membuka sosialisasi persiapan pelaksanaan kegiatan melalui usulan SIPURI Tahap I 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Senin (31/8/2026).
Humas Sinjai dan Protokol Sinjai sama-sama menempatkan agenda ini sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Berita ini terkait wilayah Sinjai, rubrik Ekonomi, dan rubrik Pemerintahan.
“Petani harus dapat air yang cukup, tepat waktu, dan adil.,” menegaskan Ratnawati Arif, Bupati Sinjai, saat membuka sosialisasi rehabilitasi jaringan irigasi Humas Sinjai pada 31 Agustus 2026.
36 titik lokasi sudah diusulkan
Menurut Humas Sinjai, Kepala Dinas PUPR Sinjai Haris Ahmad menyampaikan kabupaten ini memperoleh 36 titik lokasi dari usulan SIPURI Tahap I Tahun Anggaran 2026. Jumlah itu menjadi dasar awal untuk mematangkan persiapan pelaksanaan rehabilitasi di lapangan.
Protokol Sinjai menguatkan bahwa sosialisasi ini dipakai untuk menyamakan pemahaman sebelum pekerjaan berjalan. Kedua sumber resmi belum memuat rincian daftar titik per desa, sehingga Mammiri tidak menambahkan nama lokasi yang belum dibuka.
Koordinasi lintas pihak ditekankan
Ratnawati menitip pesan kepada Balai Pompengang Jeneberang, kecamatan terkait, dan kelompok petani agar bersama-sama mengawal pelaksanaan program. Baginya, koordinasi menentukan apakah intervensi pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.
Sudut ini berbeda dari forum investasi SSIC Sinjai karena fokusnya pada infrastruktur irigasi dan ketahanan pangan, bukan pengembangan industri pengolahan ikan.
Baca juga
Baca juga forum investasi SSIC Sinjai, ruang belajar magang Diskominfo Sinjai, dan arsip wilayah Sinjai.



