PLN UID Sulselrabar menyatakan telah menyalurkan delapan sapi Limousin untuk pengembangan NUMA Farm di Kabupaten Sinjai. Keterangan mengenai bantuan itu disampaikan Edyansyah, General Manager PLN UID Sulselrabar, pada Jumat, 18 September 2026.

Bantuan peternakan disertai penyediaan kandang, pakan, vitamin, vaksin, dan tenaga kesehatan. Tanggal penyerahan sapi tidak dirinci dalam keterangan yang dimuat ANTARA.

Kegiatan menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN bersama Pemkab Sinjai serta Nusantara Muda Berdaya. Dukungan peternakan dipadukan dengan pelatihan keterampilan digital untuk pelaku usaha.

Aset peternakan memerlukan pendampingan

Edyansyah mengatakan sapi tersebut dimaksudkan sebagai modal pengembangan peternakan. PLN menyebut pengelolaan dan pendampingan akan dilanjutkan agar aset dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pernyataan itu belum disertai data hasil penjualan ternak atau perubahan pendapatan penerima. Manfaat ekonomi yang disebut PLN masih berupa harapan program.

UMKM mendapat pelatihan digital

Lintaskabar mencatat pelatihan di Aula Paripurna Kabupaten Sinjai dimulai pada 31 Agustus dan berakhir 1 September 2026. Materinya meliputi desain grafis, pemasaran digital, dan pembuatan konten.

Bahtiar, salah satu peserta, mengatakan ia mendapat pengetahuan untuk memperkenalkan produknya melalui media sosial. Pengalamannya merupakan keterangan peserta, bukan pengukuran hasil seluruh pelatihan.

Kami diajarkan cara membuat desain produk yang menarik,” kata Bahtiar, Peserta Digital Skill Bootcamp, sebagaimana dimuat ANTARA pada 18 September 2026.

Baca juga

Simak pengembangan industri minyak ikan melalui SSIC Sinjai. Berita usaha lainnya tersedia di rubrik Ekonomi dan halaman Sinjai.