SIDRAP
Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menghadirkan program HERBASI, singkatan dari Herbal Edukasi dan Aksi Mandiri, di Desa Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, Rabu, 12 Agustus 2026. Program itu memasang akses QR Code agar warga bisa memindai nama tanaman herbal, manfaat, cara pengolahan, dan hal yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.
Artikel resmi Pemkab Sidrap dan catatan seminar kerja di portal KKN Unhas sama-sama menunjukkan HERBASI sudah dikenalkan sebagai program unggulan sejak pertengahan Juli. Liputan ini terhubung dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Kesehatan, dan berita program kesehatan KKN di Desa Kanie.
“Program ini merupakan bentuk kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan pemerintah desa.,” ujar Ashar Sose, Kepala Desa Kampale, saat menanggapi pelaksanaan HERBASI di Desa Kampale Pemkab Sidrap pada 13 Agustus 2026.
HERBASI sudah dipaparkan sejak awal
Portal KKN Unhas mencatat HERBASI sudah dipresentasikan pada seminar program kerja di Kantor Desa Kampale pada 15 Juli 2026 bersama tujuh agenda individu lain. Implementasi pekan ini menunjukkan program unggulan itu tidak berhenti di presentasi, melainkan dipasang sebagai alat edukasi yang bisa dipakai warga secara mandiri lewat telepon seluler.
Penanggung jawab program, Syahrul, pada rilis resmi Pemkab Sidrap menjelaskan QR Code dipilih agar informasi tanaman herbal dapat diakses lebih mudah dan fleksibel. Mammiri menahan diri dari menambah klaim khasiat di luar yang disebut dua sumber terbuka itu.
Baca juga
Baca juga web app asesmen UMKM Majjelling Wattang, wilayah Sidenreng Rappang, dan rubrik Kesehatan untuk inovasi warga lain yang memakai pendekatan digital di Sidrap.



