POLEWALI MANDAR
Satgaswil Densus 88 Anti Teror Sulbar bersama Kemenag Polewali Mandar memberi edukasi pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme kepada santri Pondok Pesantren Tahfidzul At-Taubah di Wonomulyo pada Rabu, 12 Agustus 2026. Materi yang dibawa juga menyinggung pola Nihilistic Violent Extremism atau NVE.
Topik ini terhubung dengan wilayah Polewali Mandar, rubrik Hukum, dan arsip KUA Sulbar diminta cegah IRET-NVE karena sama-sama membahas pencegahan ekstremisme di Sulawesi Barat.
“Perbedaan bukanlah alasan untuk saling membenci.,” ujar AKBP Soffan Ansyari, Kasatgaswil Densus 88 AT Sulbar, dalam sosialisasi kepada santri di Wonomulyo Kanwil Kemenag Sulbar pada 12 Agustus 2026.
Media sosial ikut jadi sorotan
Kanwil Kemenag Sulbar menulis Soffan mengingatkan perubahan modus penyebaran paham ekstremisme lewat teknologi dan media sosial. Sehari sebelumnya, kanal resmi yang sama juga menulis kerja sama Densus 88, Kesbangpol, dan Kemenag Polman untuk agenda pencegahan IRET yang lebih luas di daerah itu.
Mammiri membatasi naskah ini pada edukasi terbuka di pondok pesantren, pesan kewaspadaan dini, dan ajakan memakai media sosial secara bijak. Dua sumber resmi yang diperiksa belum memuat jumlah peserta terperinci di kelas sosialisasi tersebut.
“Media sosial harus digunakan secara bijak.,” tegas H. Abd. Haris, Plt Kepala Kantor Kemenag Polewali Mandar, saat memberi pesan kepada santri Kanwil Kemenag Sulbar pada 12 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga Dzikir Kebangsaan Polman sambut HUT RI dan Kemenag Polman buka layanan kerohanian RSUD Hajja Andi Depu untuk perkembangan lain di jaringan Kemenag Polewali Mandar.



