Pemkab Polewali Mandar menggelar rapat koordinasi mitigasi musim kering untuk memetakan ketersediaan air, kondisi jaringan irigasi, kebutuhan sarana pendukung pengairan, dan lahan pertanian yang mulai terdampak kemarau. BRMP Sulawesi Barat menyebut rapat ini mempertemukan pemerintah daerah, BMKG, BWS Sulawesi V Mamuju, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, penyuluh, dan kelompok tani.

Perkembangan ini terkait wilayah Polewali Mandar, rubrik Pemerintahan, dan arsip dzikir kebangsaan Kemenag Polman. Fokus berita ini berada pada koordinasi antarlembaga untuk pertanian, bukan agenda seremonial lain di Polman.

mulai memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi musim kering,” menulis Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, akun resmi Pemkab Polewali Mandar, dalam unggahan resmi tentang rapat mitigasi musim kering Instagram Pemkab Polman pada 23 Agustus 2026.

Kemarau mulai menekan pertanian

BRMP menulis Polman mulai terdampak kondisi kemarau yang lebih kering sejak pertengahan Juli 2026. Unggahan resmi Pemkab Polewali Mandar juga menempatkan rapat ini sebagai langkah antisipasi sejak dini untuk menjaga ketersediaan air dan keberlangsungan produksi pertanian.

Dua sumber resmi itu belum memuat angka luasan sawah terdampak atau total kebutuhan air tambahan. Karena itu, Mammiri membatasi naskah pada aktor yang terlibat, isu yang dibahas, dan waktu pelaksanaan rapat.

Koordinasi diarahkan pada respons lapangan

BRMP menyebut agenda itu diinisiasi Pemkab Polewali Mandar dan dibuka langsung oleh Bupati Samsul Mahmud. Isu yang dibahas berpusat pada sumber air, jaringan irigasi, sarana pengairan, serta penanganan wilayah yang berpotensi maupun telah terdampak kekeringan.

Karena belum ada keputusan teknis rinci yang dipublikasikan, redaksi tidak menambahkan klaim soal intervensi tertentu per kecamatan atau jadwal distribusi bantuan air pertanian.

Baca juga

Baca juga dzikir kebangsaan Kemenag Polman, Satgaswil Densus 88 Polman gandeng santri IRET, dan arsip rubrik Pemerintahan.