PLN menargetkan keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) berangsur pulih pada akhir September 2026. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan target itu dalam keterangan yang diberitakan pada 15 dan 16 September.

Target tersebut masih berupa rencana pemulihan, bukan kepastian pemadaman telah berakhir. PLN belum menyertakan jadwal pemulihan untuk setiap pelanggan dalam keterangan itu.

Perusahaan menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit hingga 627 megawatt (MW) sambil mengoptimalkan unit yang tersedia. Angka itu belum menunjukkan tambahan daya yang seluruhnya sudah masuk ke jaringan.

Perbaikan pembangkit di Jeneponto

Darmawan meninjau perbaikan PLTU berkapasitas 2 x 100 MW milik swasta di Jeneponto, Senin, 14 September. Gangguan teknis pada pembangkit itu mengurangi pasokan sistem Sulbagsel.

PLN menyatakan ikut membantu percepatan perbaikan agar pembangkit kembali memasok listrik. Peninjauan tersebut berlangsung sebelum keterangan perusahaan diterbitkan.

Setiap megawatt sangat berarti dalam kondisi seperti ini.,” mengatakan Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN, sebagaimana dikutip ANTARA Makassar pada 16 September 2026.

Daya pembangkit air menurun

Darmawan menyebut kemampuan pasok gabungan pembangkit hidro kini sekitar 250 MW, dibandingkan sebelumnya sekitar 850 MW. Ia menyebut penurunan produksi terjadi pada PLTA Poso, Bakaru, Malea, serta pembangkit minihidro.

Perusahaan juga berkoordinasi untuk pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca. Namun, ketersediaan awan yang dapat disemai masih terbatas menurut penjelasan PLN.

Baca juga

Baca laporan pengerahan 230 teknisi PLN untuk perkembangan pemeliharaan sebelumnya. Kabar layanan dan energi tersedia di rubrik Ekonomi.