MAKASSAR
Sekitar 6.000 peserta dari tujuh majelis dan lembaga agama mengikuti Jalan Sehat Anti Mager Harmoni Kemanusiaan Lintas Agama di Makassar, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kegiatan itu digelar Forum Kemanusiaan Lintas Agama Sulsel bersama Pemprov Sulsel di depan Rumah Jabatan Gubernur.
Artikel resmi Pemprov Sulsel dan laporan [RRI Makassar](https://rri.co.id/makassar/regional/2636480/jalan-sehat-anti-mager-satukan-ribuan-warga-dari-tujuh-majelis-agama) sama-sama menempatkan kegiatan ini sebagai ruang toleransi dan pelayanan sosial. Berita ini terkait wilayah Makassar dan rubrik Gaya Hidup.
“Bergerak bersama, sehat bersama, dan terus menjaga harmoni,” ujarnya Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat melepas peserta jalan sehat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada 9 Agustus 2026.
FKLA sebut toleransi harus aktif
RRI menulis peserta datang dari unsur Majelis Ulama Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia, Keuskupan Agung Makassar, Walubi, Permabudhi, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Matakin, serta masyarakat umum. Panitia juga menghadirkan bazar UMKM, donor darah, cek kesehatan gratis, pemeriksaan mata, dan layanan fisioterapi.
Rangkaian layanan sosial membuat kegiatan tidak berhenti pada olahraga bersama. Warga yang datang bisa memanfaatkan donor darah dan pemeriksaan kesehatan sambil mengikuti agenda lintas agama di pusat kota.
Sumber resmi Pemprov Sulsel tidak merinci angka peserta maupun rute jalan sehat. Mammiri karena itu memakai rincian jumlah peserta, unsur majelis agama, dan layanan sosial dari laporan RRI yang membahas kegiatan yang sama di Makassar.
“FKLA ingin membangun toleransi yang aktif,” kata Mustari Bosra, Ketua FKLA Sulawesi Selatan, saat menjelaskan tujuan kegiatan RRI Makassar pada 8 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga galeri wastra KKS x DIGIFEST di Makassar dan Australia Reading Corner di Al-Markaz untuk agenda komunitas lain di Makassar.



