← Kembali ke beranda
Apa itu Mammiri

Angin bukan hanya berembus. Ia menitipkan pesan.

Mammiri, angin sepoi yang basah, lembut, dan menyampaikan. Dalam filosofi Makassar (dan lagu Anging Mammiri), angin bukan sekadar cuaca, ia adalah kurir jiwa yang aktif membawa rindu.

"Titip rinduku pada angin, yang selalu lebih cepat dari rindu itu sendiri."· inti filosofi lagu Anging Mammiri
1

Kurir jiwa

Angin dititipi pesan, bukan pasif, tapi aktif menyampaikan. Keyboard ini meneruskan laku itu ke bentuk digital: aksara yang dulu ditoreh di daun lontar, kini dikirim lewat layar.

2

Kelembutan dalam ketegasan

Orang Bugis-Makassar dikenal ewako, berani, tegas. Tapi di balik itu, ada kehalusan yang puitis. Aksara Lontara ikut menyimpan dualitas itu: garis-garis bersudut tajam, tapi membawa bunyi syair yang lembut.

3

Pengikat identitas perantau

Orang Sulsel gemar merantau. Angin yang menyentuh kulit di tanah jauh, itu sapaan dari kampung. Keyboard ini dibuat untuk diaspora juga: agar aksara yang kadang hanya ada di ingatan, bisa terbawa pulang lewat pesan sehari-hari.

4

Metafora hidup

Yang lembut menembus lebih dalam daripada yang keras. Sebuah aksara warisan, dikembalikan dengan sentuhan selembut angin, bukan dipaksa, tapi diajak pulang ke layar ponsel.

Created by MammiriWeb