MAKASSAR
Data ilmiah, peringatan dini, dan kesiapsiagaan warga menjadi bahasan kuliah tamu Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin di Makassar. Pakar Fukuoka Institute of Technology Jepang, Akira Tai, menyampaikan materi pada kegiatan yang menurut rilis kampus berlangsung Rabu, 16 September 2026.
Acara digelar di Prof. Dr. Ir. Fachruddin Hall dan disiarkan melalui Zoom. Pesertanya meliputi mahasiswa, dosen, serta peneliti.
Akira membahas kebutuhan data
Akira menjelaskan bahwa penanganan banjir memerlukan lebih dari pembangunan fisik. Ia membahas pemodelan risiko, tata ruang, peringatan dini, serta kesiapan masyarakat sebagai unsur yang perlu berjalan bersama.
Menurut pemaparannya, pilihan adaptasi perlu mengikuti keadaan geografis, sosial, dan kemampuan kelembagaan daerah. Kuliah ini tidak mengumumkan prakiraan banjir untuk wilayah Makassar atau proyek pengendalian banjir baru.
Kampus mendorong pembahasan riset
Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas Sukri Palutturi mengajak peserta mengembangkan gagasan yang sesuai kebutuhan daerah. Ia menempatkan perguruan tinggi sebagai penghasil pengetahuan dan bahan kebijakan.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap muncul gagasan dan kolaborasi baru,” kata Sukri Palutturi, Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, dalam keterangan yang diterbitkan Universitas Hasanuddin pada 16 September 2026.
Diskusi mencakup pengelolaan air
Evi Aprianti memandu diskusi yang mencakup pengelolaan sumber daya air, teknologi, dan infrastruktur tangguh. Rilis kampus belum menyebut kesepakatan riset atau jadwal tindak lanjut yang sudah ditetapkan.
Kegiatan akademik di Makassar ini menambah pembahasan tentang hubungan riset dan kebutuhan daerah. Sebelumnya, Mammiri melaporkan kerja sama Unismuh pada program kewirausahaan.
Baca juga
Baca rencana program kewirausahaan Unismuh. Berita kegiatan masyarakat lainnya tersedia di rubrik Gaya Hidup.



