SINJAI
Rombongan mahasiswa magister Hiroshima University dijadwalkan mempelajari pengelolaan mangrove Tongke-Tongke dan potensi perikanan di Lappa, Sinjai. Kunjungan ini diterima Pemkab Sinjai pada Senin, 31 Agustus 2026.
Humas Sinjai dan unggahan resmi Pemerintah Kabupaten Sinjai di Facebook sama-sama menempatkan Tongke-Tongke dan Lappa sebagai titik belajar utama rombongan. Liputan ini terkait wilayah Sinjai, rubrik Gaya Hidup, dan artikel gurita Pulau Sembilan di Sinjai.
“Tongke-Tongke itu sudah terkenal di seluruh dunia,” ujar M. Iqbal Djawad, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan SDM, saat menjelaskan nilai pembelajaran mangrove kepada rombongan Humas Sinjai pada 31 Agustus 2026.
Tongke-Tongke jadi laboratorium lapangan
Iqbal menjelaskan kawasan mangrove Tongke-Tongke dikenal karena pengelolaan berbasis masyarakat sejak awal perkembangannya. Rilis resmi menempatkan sisi itu sebagai alasan kawasan tersebut dinilai relevan untuk dipelajari mahasiswa luar negeri.
Unggahan Facebook pemerintah kabupaten menguatkan fokus kunjungan dan nama lokasi yang sama. Mammiri tidak menambah agenda lain di luar Tongke-Tongke dan Lappa karena itu yang muncul paling jelas pada dua sumber resmi.
Lappa dikenalkan lewat ragam ikan
Selain mangrove, rombongan juga diarahkan melihat aktivitas pelelangan ikan di Lappa. Menurut rilis resmi, peserta akan diperlihatkan keragaman jenis ikan yang menjadi kekuatan perikanan pesisir Sinjai.
Sudut ini berbeda dari digitalisasi SKB dan PKBM di Sinjai yang berfokus pada pendidikan nonformal. Di sini, fokusnya ada pada pesisir, ekologi, dan potensi perikanan lokal.
“mereka akan melihat banyak jenis ikan,” jelas M. Iqbal Djawad, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan SDM, saat mengenalkan agenda kunjungan ke pelelangan Lappa Humas Sinjai pada 31 Agustus 2026.
Baca juga
Baca juga gurita Pulau Sembilan di Sinjai, digitalisasi SKB dan PKBM di Sinjai, dan arsip wilayah Sinjai.



