SIDRAP
Universitas Hasanuddin menyiapkan pemanfaatan lahan di Mario Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang, untuk pengembangan fasilitas pembelajaran pertanian dan peternakan. Rencana itu dibahas saat Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menerima audiensi tim Fakultas Vokasi Unhas di rumah jabatan bupati pada Ahad, 23 Agustus 2026.
Pemkab Sidrap dan KitaSulsel sama-sama menulis bahwa paket kegiatan di lahan itu mencakup pembibitan jagung, closed house ayam broiler, pengembangan ayam Alope khas Unhas, serta pembibitan ternak ruminansia. Perkembangannya terkait dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Ekonomi, dan arsip smart farming untuk petani Sidrap.
“Insya Allah tahun ini kami akan memanfaatkan lahan tersebut,,” ujar Irfan Sugianto, Dekan Fakultas Vokasi Unhas, saat menjelaskan pemanfaatan lahan Mario Kulo Pemkab Sidrap pada 23 Agustus 2026.
Lahan untuk praktik dan produksi bibit
Sumber resmi Pemkab Sidrap menulis pembibitan jagung menjadi salah satu program awal karena fasilitas sejenis di Sidrap masih terbatas. KitaSulsel memuat keterangan yang sama dan menambahkan bahwa lahan itu diposisikan sebagai pusat pembelajaran praktis mahasiswa Fakultas Vokasi.
Redaksi membatasi laporan ini pada rencana yang sudah disebut terbuka oleh dua sumber, tanpa menambah kapasitas produksi, anggaran, atau mitra usaha yang belum diumumkan rinci.
Asrama dan fasilitas hibah dibahas
Pemkab Sidrap menulis audiensi juga membahas pemakaian fasilitas yang telah dihibahkan pemkab kepada Unhas agar segera dipakai untuk pembelajaran tahun ini. KitaSulsel menulis Unhas juga berencana menyiapkan asrama mahasiswa untuk program vokasi di Sidrap.
Kabar ini berbeda dari olah tanah IP300 di Botto karena fokusnya berada pada pengembangan lahan pendidikan dan praktik vokasi, bukan percepatan budidaya musim tanam yang sedang berjalan.
Baca juga
Baca juga smart farming untuk petani Sidrap, olah tanah IP300 di Botto, dan arsip rubrik Ekonomi.



