SIDRAP
Desa Kalosi Alau di Kecamatan Dua Pitue, Sidrap, merinci deretan inovasi yang dijalankan setelah dinyatakan juara pertama lomba desa berprestasi Sulsel 2026. Pemkab Sidrap menulis inovasi itu bergerak pada layanan pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan, dan pertanian.
Artikel profil terbaru ini terhubung dengan wilayah Sidenreng Rappang, rubrik Pemerintahan, dan berita malam kesenian di Kalosi.
Layanan desa didorong digital
Pemkab Sidrap menyebut Kalosi Alau mengembangkan Desa KUPAS yang memadukan pelayanan publik dengan pengelolaan sampah plastik. Desa itu juga memakai SIBERAS, SRIKANDI, ALAKO, dan layanan SIBILLAE untuk mempercepat akses administrasi warga.
Di bidang kewilayahan, desa menggunakan PETA sebagai pemetaan digital UMKM berbasis Google Maps. Mammiri tidak menambah jumlah pelaku usaha yang dipetakan karena data itu belum dibuka pada sumber yang diperiksa.
Pertanian jadi kekuatan utama
Rilis terbaru menulis seluruh sawah di Kalosi Alau telah terairi dengan baik setelah peningkatan saluran irigasi. Desa ini juga memakai teknologi tepat guna CAMPA' TABELLA untuk membantu pengolahan lahan hingga panen.
Sudut itu menguatkan rilis 31 Juli 2026 yang menempatkan Kalosi Alau sebagai wakil Sulsel ke tahap nasional regional Sulawesi dan Kalimantan. Dua sumber resmi ini sama-sama menunjukkan bahwa prestasi desa ditopang inovasi yang sudah berjalan.
“Keberhasilan ini menjadikan Desa Kalosi Alau dipercaya mewakili Sulsel,” ujar Andi Surya Praja Hadiningrat, Kepala DPMD PPA Sidrap, saat mengumumkan hasil lomba provinsi Pemkab Sidrap pada 31 Juli 2026.
Baca juga
Baca juga malam kesenian di Kalosi, Koramil Dua Pitue diresmikan, dan arsip wilayah Sidenreng Rappang.



