Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Barat menyurvei tambak di Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Kawasan sekitar 500 hektare itu masih berupa usulan revitalisasi, belum ditetapkan sebagai proyek yang berjalan.

Tim juga meninjau tambak di Desa Buku, Kecamatan Mapilli. Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Sulbar Fachrul Andi Odang menjelaskan bahwa hasil penilaian lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

Kondisi air dan lahan diperiksa

Menurut laporan Reportase, pemeriksaan meliputi sumber dan kualitas air, saluran, akses jalan dan listrik, legalitas lahan, potensi pencemaran, serta risiko bencana. Tim mengambil sampel air dan memetakan batas kawasan usulan.

Laporan [ANTARA](https://makassar.antaranews.com/berita/638723/sulbar-survei-lokasi-pengembangan-budidaya-ikan-air-payau) menyebut ahli pemetaan KKP Reza Syahroni dan Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar Boyun Handoyo ikut dalam tim. Rencana pengembangan mencakup 15 kelompok pembudidaya, tetapi jadwal dan bentuk intervensinya belum diumumkan.

DKP Polewali Mandar meminta agar kondisi saluran air tambak turut dipertimbangkan. Pergerakan air merupakan bagian dari penilaian kebutuhan kawasan sebelum bentuk revitalisasi diputuskan.

Penentuan langkah berikutnya

Fachrul menegaskan hasil survei dipakai untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai dengan keadaan masing-masing lokasi.

Data yang diperoleh di lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah revitalisasi yang tepat,” kata Fachrul Andi Odang, Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Sulbar, dalam laporan Reportase Reportase pada 21 September 2026.

Baca juga

Baca mitigasi musim kering di Polman, perkembangan rubrik Pemerintahan, dan berita dari Polewali Mandar.