Tiga layanan SPBU modular mulai melayani sepeda motor di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Senin, 14 September 2026. Lokasinya berada di sekitar Masjid 99 Kubah.

Layanan tersebut menyediakan Pertalite dengan batas pengisian tiga liter per kendaraan. Pengendara motor umum mengikuti pengaturan pelat nomor ganjil-genap, sementara pengemudi ojek daring dikecualikan.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi bersama jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Penambahan titik layanan ini ditujukan untuk membagi antrean yang selama beberapa hari terjadi di SPBU Makassar.

Menurut keterangan Pertamina, tiga unit tersebut menjadi tambahan titik pengisian di kawasan CPI. Keterangan perusahaan menyebut layanan ini khusus untuk kendaraan roda dua.

Kapasitas harian setiap unit belum dirinci dalam kedua sumber. Karena itu, dampak penambahan layanan terhadap panjang antrean belum dapat dihitung dari informasi yang tersedia.

Layanan ditambah di tengah antrean

Pertamina Patra Niaga menyebut penguatan layanan juga mencakup penambahan operator dan nozzle serta pengoperasian 25 SPBU selama 24 jam. Informasi tersebut merupakan keterangan perusahaan, bukan hasil pengukuran antrean oleh Mammiri.

Pembayaran di layanan CPI dapat dilakukan secara tunai atau melalui mesin EDC. Pengendara diminta mengikuti pengaturan antrean di lokasi.

ANTARA melaporkan gubernur meminta warga menjaga ketertiban saat datang ke CPI. Keterangan itu tidak menetapkan kapan pembatasan pembelian berakhir atau apakah kebijakan akan diterapkan di semua SPBU.

Di sini ada tiga modular. Untuk pengisian maksimal 3 liter,” mengatakan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, sebagaimana dikutip ANTARA Makassar pada 14 September 2026.

Baca juga

Baca aturan ganjil-genap BBM subsidi di Sulsel dan perkembangan lain di rubrik Ekonomi.