Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka satu lajur Jalan Aroepala di Makassar setelah beton melewati masa matang minimal 28 hari. Pada ruas Hertasning, pekerjaan yang dipilih hanya overlay aspal karena badan jalan lama masih dinilai layak.

Penjelasan ini melanjutkan pemantauan proyek jalan di wilayah Makassar dan agenda infrastruktur pada rubrik Pemerintahan.

Karena daerah lintasan Aroepala itu sering banjir.,” kata Andi Ihsan, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, kepada awak media Pemprov Sulsel pada 31 Juli 2026.

Beton dipilih karena banjir

Pemprov Sulsel menyebut Aroepala berulang kali rusak setelah diaspal karena genangan sering muncul di lintasan itu. Karena itu, ruas tersebut dibangun dengan lean concrete 10 sentimeter dan concrete pavement 30 sentimeter.

Detik Sulsel memuat penjelasan yang sama pada Jumat pagi. Dua sumber itu sama-sama menempatkan ketahanan terhadap air dan efisiensi biaya pemeliharaan sebagai alasan utama penggunaan rigid beton.

Kalau terus menggunakan aspal di lokasi yang sama, biaya pemeliharaan akan tinggi.,” ujar Andi Ihsan, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel, dalam penjelasan teknis detikSulsel pada 31 Juli 2026.

Hertasning cukup overlay

Kabid Jalan Dinas Bina Marga Sulsel, Muhammad Rosyadi, menjelaskan ruas Hertasning tidak direkonstruksi total karena nilai International Roughness Index atau IRI masih masuk kategori layak. Pada Aroepala, nilai IRI disebut sudah di atas 12.

Pemprov juga menyiapkan trotoar sekitar 2,5 meter dan saluran drainase berdiameter sekitar 1,2 meter di koridor Aroepala. Dua sumber terbuka belum memuat tenggat pasti penyelesaian dua pekerjaan lanjutan itu.

Baca juga

Baca juga normalisasi Kanal Pengayoman di Makassar untuk konteks penanganan saluran kota. Arsip pemilahan sampah Makassar memuat agenda layanan publik lain di kota ini.