TORAJA UTARA
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai rehabilitasi Daerah Irigasi Balombong di Lembang Bori Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. Nilai pekerjaan untuk proyek ini disebut Rp24,6 miliar dan diarahkan untuk memulihkan layanan air bagi lahan pertanian yang selama ini turun jauh dari kapasitas desain.
Pemprov Sulsel, ANTARA Makassar, dan RRI Makassar sama-sama menulis proyek ini sebagai bagian dari Paket 4 Multiyears Project rehabilitasi irigasi. Artikel ini terhubung dengan wilayah Toraja Utara, rubrik Pemerintahan, dan liputan bantuan HUT ke-18 Toraja Utara.
“menjadi 800 hektare bisa teririgasi kembali,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat menjelaskan target layanan irigasi Pemprov Sulsel pada 26 Juli 2026.
Layanan naik dari 16 persen
Sumber resmi Pemprov Sulsel menulis desain layanan DI Balombong berada di kisaran 1.040 hektare, tetapi kapasitas riil saat ini baru sekitar 16 persen. ANTARA menguatkan angka yang sama dan menyebut rehabilitasi dipakai untuk mengembalikan layanan irigasi menjadi sekitar 80 persen.
Kenaikan kapasitas itu dipakai sebagai dasar pengharapan agar petani kembali mendapatkan kepastian air. Dua sumber terbuka yang diperiksa juga menulis lahan sawah di kawasan ini diarahkan masuk skema irigasi teknis setelah pekerjaan selesai.
Produktivitas sawah dibidik naik
Pemprov Sulsel dan ANTARA sama-sama memuat target panen dua kali setahun setelah rehabilitasi berjalan. RRI menambahkan proyek Balombong ditempatkan sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pertanian Toraja Utara agar ketersediaan air lebih terjaga sepanjang musim tanam.
Tiga sumber yang diperiksa belum memuat jadwal rinci penyelesaian paket pekerjaan maupun pembagian tahap konstruksi per saluran. Karena itu, artikel ini dibatasi pada nilai anggaran, sasaran layanan, dan manfaat yang sudah diumumkan terbuka.
“bisa dua kali setahun,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, saat menerangkan dampak rehabilitasi ANTARA Makassar pada 26 Juli 2026.
Baca juga
Baca juga ruas Rantepao-Pangala-Baruppu yang di-groundbreaking pada kunjungan yang sama. Arsip wilayah Toraja Utara memuat perkembangan infrastruktur dan agenda publik lain di kabupaten ini.



