MAKASSAR
Pemprov Sulsel menyiapkan penerapan awal FAST ASN pada tiga kabupaten atau kota percontohan sebelum cakupannya diperluas. Tahap lanjutan diarahkan ke 12 daerah, lalu ke seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Sudut ini menjadi kelanjutan dari FAST ASN Sulsel jadi model merit nasional, tetapi fokus kali ini berada pada tahapan implementasi yang dipaparkan sesudahnya di Makassar.
“FAST ASN menjadi instrumen untuk mempercepat mobilitas talenta ASN lintas instansi.,” kata Erwin Sodding, Kepala BKD Sulsel, dalam seminar proyek perubahan Pemprov Sulsel pada 31 Juli 2026.
Tiga tahap implementasi
Pemprov Sulsel menyebut tahap jangka pendek menyiapkan Bursa Talenta terintegrasi dan uji mobilitas lintas instansi berbasis data valid pada tiga daerah percontohan. Tahap menengah ditargetkan menjangkau 12 daerah, sedangkan tahap panjang menyasar 24 daerah.
Pluz dan Infosulawesi menurunkan rincian tahapan yang sama pada Jumat siang dan Jumat malam. Dua sumber itu juga menguatkan bahwa Klinik Data Regional menjadi bagian dari ekosistem awal FAST ASN.
Sekda dorong merit lintas daerah
Sekda Sulsel Jufri Rahman menilai manajemen talenta penting untuk memetakan kebutuhan jabatan secara lebih objektif dan efisien. Ia juga membuka ruang agar ASN kabupaten atau kota bisa bergerak lintas instansi sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Tiga sumber terbuka tidak menyebut nama tiga daerah percontohan yang lebih dulu ikut tahap awal. Karena itu, artikel ini tidak menebak daerah uji coba dan hanya memuat tahapan yang sudah diumumkan.
“Saya mendukung penuh proyek perubahan ini untuk percepatan manajemen talenta.,” ujar Jufri Rahman, Sekretaris Daerah Sulawesi Selatan, dalam seminar implementasi Pluz.id pada 31 Juli 2026.
Baca juga
Baca juga seleksi Sekda Jeneponto untuk contoh lain penerapan sistem merit di Sulsel. Arsip SIMPATI Biro Umum Sulsel memuat inovasi birokrasi lain yang dipresentasikan di Makassar.



