LUWU UTARA
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memulai pembangunan tanggul Sungai Rongkong di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Kamis, 23 Juli 2026. Proyek ini dipakai untuk memperkuat penanganan banjir di kawasan yang kerap terdampak luapan sungai.
Panjang tanggul yang dikerjakan mencapai 200 meter dengan anggaran Rp5,9 miliar. Metode teknis yang diumumkan mencakup pemasangan bronjong, geotextile, kayu dolken, dan pengerukan sedimen agar kapasitas alur sungai kembali optimal.
Pemprov Sulsel menilai langkah ini penting untuk melindungi permukiman dan lahan pertanian warga. Pemerintah juga menyebut proyek ini sebagai bagian dari upaya menjaga aktivitas ekonomi di Luwu Utara.
Luapan sungai jadi alasan utama
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan penanganan Sungai Rongkong diarahkan untuk menekan risiko banjir. Ia menyebut perlindungan bagi warga di wilayah terdampak menjadi sasaran utama pekerjaan ini.
Laman Pemprov Sulsel dan ANTARA sama-sama menuliskan lokasi kegiatan di Baebunta, Luwu Utara. Dua sumber itu juga memuat nilai proyek yang sama, yakni Rp5,9 miliar.
“langkah nyata untuk mencegah banjir,” ujar Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulsel, dalam keterangannya kepada ANTARA Sulsel pada 24 Juli 2026.
Permukiman dan sawah ikut dilindungi
Pemprov Sulsel menyebut tanggul baru diharapkan meminimalkan luapan air ke kawasan hunian dan lahan pertanian. Agenda groundbreaking dihadiri pula Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim dan unsur Forkopimda.
Dua sumber yang diperiksa belum memuat tenggat penyelesaian proyek atau panjang tanggul lanjutan di titik lain Sungai Rongkong. Artikel ini dibatasi pada panjang tanggul, anggaran, metode teknis, dan tujuan penanganan banjir yang diumumkan resmi.



